Batam

Lama Mangkrak, Bangunan Pasar di Tempayan Mau Dibangun Apartemen 

Bangunan Pasar Melayu, Kelurahan Bukit Tempayan yang akan dijadikan apartemen. Foto: jho

BATAM, POSMETRO.CO: Sebentar lagi, Kecamatan Batuaji akan memiliki apartemen. Bangunan apartemen itu akan didirikan di bekas Pasar Melayu, Kelurahan Bukit Tempayan, yang kini tidak difungsikan.

“Bangunan ini dulunya pasar basah, tapi sudah belasan tahun tak difungsikan. Rencananya akan segera diubah menjadi apartemen,” ucap Hadislani, sebagai owner Tempayan Hill.

Dikatakan Hadislani, apartemen itu nantinya dibernama Tempayan Hill, memiliki 7 blok yang dilengkapi dengan pasar modern, mall, tempat ibadah, taman hijau, waterboom. Masing masing blok memilik 30 tingkat yang terdiri dari type 24, 36, 45 dan type 55.

Dijelaskan Hadislani, Tempayan Hill merupakan miliknya Himpunan Pengusaha Kecil Pribumi (HPKP). Untuk pembangunan apartemen ini, akan bekerja sama dengan PT Lautan Mas Propertindo yang berpusat di Jakarta.

“Rencananya peletakan batu pertama akan dilakukan pada bulan Maret 2021 mendatang,” ucapnya.

Hadislani melanjutkan, proyek tersebut akan memakan biaya Rp 2,7 triliun itu menyediakan 8.273 unit hunian. Sedangkan luas keseluruhan lahan 5,4 hektar.

“Apartemen ini tidak akan menghilangkan konsep pribumi. Bahkan kami sedang berusaha memberi subsidi kepada Serikat Pekerja Indonesia sebanyak 4.000 unit, dengan asumsi harga Rp 140 juta untuk type 24,” terangnya.

Untuk memperlancar proses kredit hunian tersebut, lanjut Hadislani, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak Kementrian PUPR.

Ia berharap supaya kemenetrian PUPR bersedia memberikan kelonggaran DP 1 persen dari harga jual. Berarti dengan DP 2,4 juta, maka apartemen tersebut bisa dihuni pihak Serikat Pekerja Indonesia.

“Hal ini masih kita perjuangkan, sebab kita juga memikirkan konsep pribumi agar mereka bisa memilki hunian,” tutupnya.

Pantauan POSMETRO.CO di lapangan, Minggu (22/11), saat ini bangunan dua lantai di Pasar Melayu itu terlihat mangkrak, dan tidak terawat. Atap bangunan sudah banyak yang bolong, sementara cat bangunan sudah sangat pudar.

Karena sudah belasan tahun tidak dipergunakan, akhirnya sebagian warga menggunakan bangunan Pasar Melayu sebagai tempat usaha bengkel, aktifitas pasar kaget, bahkan ada juga yang menggunakannya untuk tempat scrap.

“Daripada mangkrak seperti ini, makan lebih bagus dijadikan apertemen, fungsinya pun sangat banyak,” ucap seorang warga di sana.(jho)