Hukum

Diduga Langgar Perda dan Bikin Celaka, Warga Blokir Jalan Proyek Penimbunan Lahan di Marina

Warga menghadang jalan keluar masuk lori dengan melintangkan pohon di tengah jalan. Foto: jho

BATAM, POSMETRO.CO: Proyek pematangan lahan dengan cara menimbun tanah di Marina, persisnya di depan Perumahan Marina Central, Batuaji menuai protes dari warga sekitar. Pasalnya tanah yang tercecer di sepanjang jalan Marina City menimbulkan kecelakaan lalulintas.

“Bukan satu dua orang lagi yang terjatuh karena ceceran tanah di jalan Marina City, tapi sudah banyak pak, ini harus ditindak,” ucap Agus, warga Marina.

Salah satu tindakan warga adalah memblokir tempat keluar masuk mobil truk, Kamis (19/11) sore. Aktifitas pematangan lahan yang berada di Ruli Kebun Sayur, Tanjungriau, Kecamatan Sekupang itu pun akhirnya berhenti.

“Warga geram pak. Pemilik proyek tidak memperhatikan keselamatan pengendara, akhirnya warga blok jalan keluar masuk mobil proyek,” terangnya.

Menurut Agus, aktivitas truk tanah di Ruli Kebun Sayur sudah berjalan sejak bulan Agustus lalu. Tapi akhir-akhir ini, pengelola membiarkan tanah tercecer di jalan Marina City hingga mengakibatkan jatuh korban.

“Warga tidak mempermasalahkan aktivitas ini. Tapi tolonglah keselamatan pengendara diperhatikan. Saat hujan, jalan licin. Saat kemarau, banyak debu,” keluh Agus.

Seperti diketahui, aktivitas truk tanah roda 10 ini sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Truk tanah itu mengangkut tanah tanpa penutup bak. Selain itu, pengelola tidak membersihkan tanah yang tercecer di jalan.

“Pengelola proyek hanya sebatas menyiram jalan keluar masuk truk saja, namun tetap saja licin. Lalu tanah yang tercecer di sepanjang jalan tidak dibersihkan,” tutupnya.

Sementara itu pengawas proyek Ruli Kebun Sayur, Amzong mengaku pengangkutan tanah sudah mengikuti aturan yang ada.

“Kita serba salah. Disiram air, jalan akan licin. Kalau tidak disiram jalan akan berdebu. Tapi kita usahakan membersihkan jalan,” katanya.

Pantauan di lokasi, hingga Jumat (20/11) siang, aktifitas pematangan lahan tersebut masih terhenti. Namun kayu yang sempat digunakan warga untuk menghadang jalan keluar masuk truk sudah dibuka. Di lokasi tersebut, terlihat mobil patroli Polsek Batuaji.(jho)