Karimun

Angka Kematian Disebabkan Covid-19 di Karimun Masuk Kategori Tinggi

Petugas medis menggunakan APD lengkap saat mengirim pasien terkonfirmasi ke RSKI Galang, Batam. (Foto-Dok/posmetro)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Pasien Covid-19 di Kabupaten Karimun dalam bulan Oktober 2020 ini mengalami kenaikan yang luar biasa. Membludaknya pasien terkonfirmasi Covid-19 ini membuat tim gugus tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Karimun harus kerja extra. Pasalnya ruang isolasi yang dimiliki Kabupaten Karimun terbatas. Sehingga tak mampu menampung jumlah pasien.

Akibatnya sejumlah pasien di kirimkan ke RSKI Galang, Batam. Meski sudah melakukan hal itu, jumlah ruang isolasi untuk pasien Covid-19 juga belum mampu menampungnya. Hal ini membuat sebagian pasien harus di lakukan isolasi mandiri di rumah, sambil menunggu adanya kamar yang kosong.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Rahmadi yang dikonfirmasi menyatakan, saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai angka 162 pasien. Dengan jumlah meninggal 8 orang. Jumlah ini dinyatakan merupakan jumlah yang cukup tinggi.

“Untuk angka kematian atau CFR (Case Fatality Rate) Kabupaten Karimun suda mencapai angka 5 persen. Angka ini termasuk katagori tinggi, pasalnya untuk Indonesia hanya berada pada 3.4 persen, sementara dunia hanya 2.7 persen,” ujar Rahmadi.

Sementara untuk disebutkanya dari jumlah 162 pasien terkonfirmasi Positif tersebut, ada 48 pasien satu yang meninggal terbaru. Dimana pada Senin (26/10) kemarin jumlah Positif bertambah 20 pasien, dan pad Selasa (27/10) kemarin jumlah pasien terkonfirmasi positif bertambah lagi 28 satu orang meninggal,” terang Rahmadi.

Sementara jumlah pasien sembuh, pada Selasa (27/10) kemarin hanya 6 orang. Untuk sejumlah pasien yang terkonfirmasi Positif hingga kini masih dalam pengawasan tim gugus tugas. Pasalnya dari total 162 tidak semuanya di isolasi di ruang isolasi, namun ada yang masih diisolasi di rumah dikarenakan tidak mampunya ruangan isolasi yang ada di Kabupaten Karimun menampungnya.

“Saat ini kita juga masih melakukan kordinasi apakah bisa mengirim kembali pasien ke RSKI Galang,” tegas Rahmadi.(ria)