Bisnis

Tekuni Usaha Rumahan setelah Kena PHK

Cake santan keju. keju luar dalam. Salah satu varian kue yang ditawatkan Sefrina. Foto: chi

BATAM, POSMETRO.CO: Kehilangan pekerjaan. Tapi, dunia belum berakhir. Itulah yang diyakini Sefrina (37). Terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di masa Pandemi Covid-19, Sefrina berusaha bangkit. Kini, ia serius mengelola usaha rumahannya.

“Beruntung saya berada di sekeliling ibuk-ibuk yang hebat,” kata Sefrina mengawali ceritanya. Dorongan pergaulan di lingkungan majelis pengajian, menjadi motivasi Sefrina menjalani bisnis. Ya, usaha rumahan dengan menerima orderan cemilan sehat berupa kue dan donat.

Usaha ini, baru dua bulan ia rintis. Sebelum bercerita tentang kue dan donat bikinannya itu, Sefrina menceritakan hal yang melatar-belakanginya menempuh jalur usaha mandiri. “Saya kena PHK, Maret lalu,” ujarnya. PHK itu dampak dari Covid-19.

Kala itu, ia masih beruntung, suaminya masih bekerja di salah satu hotel di bilangan nagoya. Kawasan bisnis di Batam. Tapi, sektor hotel juga terancam di masa Pandemi Covid-19. Jumlah pengunjung hotel merosot drastis. Tamu sepi. PHK karyawan jadi pilihan manajemen hotel.

“Suami saya kena PHK juga,” kata Sefrina. Hal yang ditakuti itu terjadi. Suaminya terkena PHK, sebulan setelah Sefrina kehilangan pekerjaan.

Tapi, Sefrina tidak putus asa. Akan selalu ada jalan bagi yang percaya kepada Tuhan. Ia yakin, saat pintu nafkah yang satu tertutup, pintu nafkah lain akan terbuka. Bahkan, bisa saja lebih lebar. Ia percaya, tak ada manusia yang rezekinya terputus.

Beberapa bulan hidup tanpa penghasilan bulanan, Sefrina berusaha mencari peluang usaha. Saat seperti ini, kata Sefrina, banyak masyarakat Batam yang menghabiskan waktu di rumah. Cemilan sehat jadi pilihannya.

“Saya mencoba membuat donat dan kue lainnya,” kata dia. Hasilnya, mendapat respon positif. Ia kini dibanjiri orderan. Padahal, kata dia, promosi baru dari mulut ke mulut. “Lewat grup WA,” kata dia.

Ia enggan disebut usahanya sudah meroket. “Alhamdulillah, orderan selalu ada,” katanya.

Ia menjamin, kue dan donat pesanannya terbuat dari bahan-bahan yang sehat. “Donatnya dari bahan kentang dan ubi rambat,” sebutnya. “Bahan premium original.”

Dijamin sehat, harga yang dipatok Sefrina juga terjangkau. Ia juga menerima pesanan kue ulang tahun. Pemesanan bisa dilakukan via WA. Atau datang langsung ke rumahnya di kawasan RT 5 RW 13 Pancur Baru, Tanjungpiayu-Batam. Ia merinci, harga donat kisaran Rp 20 ribu per lusin. Untuk harga cake juga bervariasi, kisaran Rp 45 ribu.

Sefrina mengingatkan, selama Pandemi Covid-19 ini, pemesan cukup mengorder dari rumah. Pesanan akan diantar. Pelanggan bisa memanfaatkan waktu santai dengan keluarga di rumah, tentu saja dengan menikmati cemilan dan makanan sehat.

Untuk pemesan yang datang langsung ke rumahnya, Sefrina mengingatkan agar memakai masker. Tentu saja sebelum mencicipi donat pesanannya, Sefrina mengingatkan pembeli untuk mencuci tangan pakai sabun.(chi)