Batam

Protkes Senjata Pamungkas Tangkal Covid-19

ekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid. Foto: ist

BATAM, POSMETRO.CO: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Sampai saat ini belum ada vaksin untuk virus ini. Maka satu-satunya cara adalah memutus mata rantai penularannya. Jadi lindungin diri sendiri dan orang lain sebagai langkah untuk mencengah paparan Covid-19,” ucap Jefridin.

Pria dipanggil Jef itu menyebutkan, penularan virus tersebut terjadi antar manusia. Maka dari itu hal yang paling efektif utuk mencegah penyebaran Covid-19 sembari menunggu vaksin adalah menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Jefridin menambah dua hal yang perlu dilakukan. Dan senantiasa meningkatkan imun dengan rajin berolahraga.

“Minimal empat hal yang perlu dilakukan yaitu teratur memakai masker, sering cuci tangan, menjaga jarak dan hindari kerumunan. Protkes ini menjadi senjata kita untuk melawan Covid-19” terang dia.

Kasus penularan Covid-19 Kota Batam berlanjut diangka 2.157. Berdasarkan temuan baru kasus positif Covid-19 ada penambahan sedikitnya 21 orang terdiri 16 orang laki-laki dan 5 orang perempuan.

Dari hasil tersebut masih banyak karyawan swasta yang terpapar, pelajar, wiraswasta, pensiunan, anggota Polri, belum bekerja, dan IRT. Kesemua dirawat disejumlah rumah sakit di antaranya RSKI Covid-19 Galang, RS Badan Pengusahaan, RSUD Embubg Fatimah, RS Bhayangkara Batam, dan RS Awal Bros.

“Kasus terkonfirmasi kasus klaster karyawan swasta masih banyak ditemukan,” kata Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (19/10).

Berdasarkan data terbaru, Minggu (18/10) total kasus ada 2.157. Sementara, 1.733 pasien sembuh, 61 orang meninggal, dan dalam perawatan 363. Dari data tersebut delapan kecamatan berada di zona merah. Sedangkan, Batuampar berwarna merah muda, lalu kecamatan Belakangpadang di posisi zona kuning dan dua Jecamatan Galang dan Bulang di zona hijau.

“Ada 20 orang pasien sembuh, Minggu (18/10). Mereka telah menyelesaikan masa isolasi mandiri, dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Ingat, tetap memberlakukan proskes walaupun sudah dinyatakan sembuh. Pasien tersebut bisa terinfeksi lagi,” kata Didi.

Didi juga berharap pasien sembuh Covid-19 meningkat seiring dengan kasus positif. Pihaknya terus bergerak menyisir dan mengupdate data perkembangan kasus Covid-19 di Batam. Termasuk perkembangan peningkatan pasien di tiap klaster yang terus tumbuh dan diperkirakan berpotensi munculnya klaster baru penyebaran.

“Penyisiran tetap, dan mendata temuan baru. Jangan abaikan protkes dalam beraktivitas. Ingat, sayang diri sendiri, keluarga, dan orang disekitar kita,” pesan Didi.(hbb)