Batam

Oknum Pegawai Diduga Embat Uang Pengemis saat Razia, Ini Kata Dinsos Batam

Pengemis yang mengaku uangnya diambil petugas yang merazianya. Foto tangkapan layar

BATAM, POSMETRO.CO: Seorang pengemis menjerit-jerit tertangkap video yang mengatakan, uang hasil mengemis diambil oknum pegawai yang merazianya viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di simpang lampu merah Universitas Internasional Batam (UIB), Sekupang, Batam.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Chitra Widya mengklarifikasi terkait beredarnya video tersebut.

Dikatakannya, pada Minggu (18/10) saat melakukan patroli rutin di sejumlah titik, petugas menemukan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang sedang mengais rezeki di titik yang dilarang.

Salah satunya di simpang lampu merah UIB. Satu orang PMKS ini tidak mau diangkut dan menjerit-jerit. Sehingga menjadi perhatian warga yang melintas.

“Kejadiannya Minggu (18/10) di simpang lampu merah UIB. Ada satu orang PMKS yang tidak mau dibawa. Karena dia meronta-ronta dan menjerit-jerit. Petugas tidak jadi membawa bapak itu (PMKS). Yang satu orang perempuan sudah di dalam mobil, mereka ada dua di simpang (UIB) itu,” jelas Chitra saat dikonfirmasi POSMETRO.CO, Selasa (20/10).

Lalu, lanjutnya, seorang pria menghampiri petugas untuk mempertanyakan perihal tersebut. Dari penuturan petugas Dinsos Batam, pria ini sempat mendatangi mobil patroli. Dia juga sempat mengajukan banyak pertanyaan. Dan meminta petugas untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

“Pas bapak (PMKS) itu menjerit datanglah, laki-laki tadi. Dia mengajukan banyak pertanyaan. Petugas di lapangan balik bertanya. “Kenapa, abang dari mana?,” kata petugas saat itu. Tapi pria itu tak menjawab,” terangnya.

Kemudian petugas pergi dari lokasi, dan membawa satu orang PMKS perempuan yang diantar ke UPT P2PMKS Nilam Suri di Nongsa. Setelah itu lanjut Chitra, petugas Dinsos kembali mendatangi lokasi PMKS pria tersebut, dan berhasil membawanya.

“Setelah menghantar yang satu orang, petugas balik lagi di simpang itu. Untuk membawa PMKS yang itu, dibawa ke Nongsa juga. Malamnya viral video tersebut di Youtube. Ternyata youtuber,” bebernya.

Chitra mengaku bahwa, PMKS tersebut sudah sering terjaring razia dari tim gabungan maupun dari Dinsos Batam sendiri. Meski sudah diberikan pembinaan di UPT Nilam Sari, namun yang bersangkutan tetap kembali ke lokasi tersebut. Pihaknya membantah bahwa petugasnya melakukan tindakan arogan.

“Dia langganan kena razia. PMKS itu sering minta-minta di simpang lampu merah UIB. Kita bekerja sesuai prosedur,” kata Chitra.

Akibat kejadian tersebut, petugas Dinsos Batam yang bertugas saat itu dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Begitu juga PMKS yang merasa dirugikan tersebut.

“Tadi pagi, petugas kita didatangi polisi untuk dimintai keterangan. Begitu juga dengan PMKS. Kalau youtubernya saya kurang tahu. Apakah sudah dipanggil atau belum. Malah, PMKS ini ditanya polisi dia tak kenal orang Dinsos yang mau bawa dia. Malah banyak diamnya,” katanya.

Dari tayangan video amatir tersebut, tampak seorang pria mengajukan beberapa pertanyaan kepada PMKS tersebut. Dari pengakuan PMKS tersebut bahwa, petugas Dinsos Batam tersebut tidak membawa dirinya ke tempat tujuan. Petugas hanya mengambil uang hasil mengemisnya, setelah itu dilepaskan.

“Uang aja diambil terus saya diturunkan di tengah jalan pak. Karena, saya tidak bisa melawan,” katanya dalam video tersebut.

Perekam kembali mempertanyakan apakah petugas tersebut adalah oknum dari Dinsos Batam. Atau hanya sekedar mengaku-ngaku sebagai petugas.

“Jadi memang mobilnya Dinas Sosial yang nangkap Satpot PP. Habis kalau kami ditangkap ini pak, bukan saya dibawa ke kantor pak. Uangnya diambil semua,” kata PMKS itu kembali.(hbb)