Batam

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Karyawan Swasta dan IRT Penyumbang Terbanyak

Infografis Covid-19 update.

BATAM, POSMETRO.CO: Jika masyarakat terus mengabaikan dan tidak disiplin protokol kesehatan, jumlah kasus Covid-19 di Kota Batam akan terus mengalami peningkatan.

Dari data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Senin (19/10) angka paparan dari kasus ini sudah mencapai 2.193, termasuk tambahan kasus 36 orang. Terdiri dari 16 orang laki-laki sisanya 20 orang perempuan.

Karyawan swasta dan Ibu Rumah Tangga (IRT), masih menjadi klaster penyumbang terbanyak dalam kasus Covid-19. Bahkan, dalam kasus di atas satu orang tahanan kejakasaan juga terkonfirmasi positif, tenaga kesehatan juga masih ada yang terkena.

“Masih banyak karyawan swasta yang terpapar. Tim masih terus melakukan tracing hingga saat ini,” kata Didi Kusmarjadi, Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Selasa (20/10).

Sehubungan dengan hal itu Didi mengatakan tingkat kepatuhan disiplin masyarakat terjadi. Bahkan, ada yang masih tidak menggunakan masker saat keluar rumah. Jika ini terus dibiar kemungkinan akan tetjadi pertumbuhan kasus baru dan klaster baru juga.

“Kami tidak akan bosan-bosan mengimbau dan mengingatkan pentingnya protkes ini. Jika tidak mau menular dan menularkan keorang,” pesan Didi.

Tercatat ada 1.790 orang pasien sembuh, meninggal 62 orang, dan dalam perawatan berada diangka 541 orang. Pasien Covid-19 ini dalam penangganan sejumlah rumah sakit di Batam.

“Ada juga yang melakukan isolasi mandiri. Tim terus memantau kasus yang ini,” papar Didi.

Berdasarkan data kecamatan mainland yang berubah warna hanya Batuampar yakni kuning, sementara delapan kecamatan lainnya berada di zona merah. Sedangkan tiga kecamatan hiterland, Bulang dan Galang berada di zona hijau, berikutnya Belakangpadang bewarna kuning. Dari grafik Covid-19, karyawan swasta berada diangka 952, lalu IRT ada 241 dan sisanya beragam.

Selain itu ada 37 orang pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Kesemuanya sudah melakukan masa isolasi di rumah sakit dan diperbolehkan pulang.

“Ingat tetap jangan kesehatan, terapkan protkes. Karena kemungkinan terbesar tertular bisa terjadi,” pesan Didi.(hbb)