Batam

Perwako Protokol Kesehatan jadi Acuan Pelaku Usaha, Tamu Lokal Geliatkan Hotel Batam

Resepsionis hotel di bilangan Nagoya melayani seorang tamu lokal. Foto: chi

BATAM, POSMETRO.CO: Geliat sektor perhotelan Batam mulai terlihat. Ini ditandai dengan sejumlah tamu mulai datang ke sejumlah hotel. Tentu saja operasional hotel harus sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan.

Pantauan POSMETRO.CO di salah satu hotel di Batam, setiap tamu wajib memakai masker. Di pintu masuk, tamu harus mencuci tangan pakai sabun dan dibilas dengan air mengalir. Tempatnya sudah disediakan. Ada pilihan hand sanitizer juga. Petugas juga mengecek suhu tubuh pengunjung dengan thermogun.

Selanjutnya, di bagian resepsionis juga sudah dibuat batas antrian. Di akhir pekan itu, resepsionis yang melayani tamu juga melengkapi diri dengan masker.

“Sekarang jumlah tamu agak lumayan,” kata resepsionis hotel. Total ada 50 kamar terisi. Sebelum pandemi, di akhir pekan, biasanya terisi 200 kamar.

Demi kenyamanan pengunjung dan menjalanan aturan protokol kesehatan, semua bagian hotel sudah ditata sesuai ketentuan. Di lobi, misalnya, kursi-kursi tunggu diberi tanda silang sebagai tanda tak boleh diduduki. Ada jarak. Begitu juga di dalam lift. Hanya boleh diisi di setiap sudut lift. Artinya, hanya empat orang setiap masuk lift. Ada petunjuk juga agar pengguna lift tidak saling berhadapan. Safety dari serangan virus corona juga terlihat di gagang pintu kamar hotel. Dibungkus plastik. Diganti secara berkala.

Pantauan di hotel lain, di pusat bisnis Nagoya, juga diterapkan protokol kesehatan.

“Di akhir pekan seperti ini, ada sekitar 40 persen kamar terisi,” sebut resepsionis hotel.

Pengakuan resepsionis ini linear dengan pengamatan POSMETRO.CO. Tamu memang mulai banyak. Tapi, kebanyakan masyarakat lokal Kepulaun Riau (Kepri). Bahkan, tak sedikit yang dari Batam. Ya, masyatakat Batam yang ingin mendapati suasana berbeda karena selama ini mengikuti ketentuan ‘stay at home’.

“Agar roda ekonomi tetap berputar, sepertinya kita memang harus berwisata,” ujar seorang tamu pada POSMETRO.CO. Bernada kelakar, memang. Tapi, begitulah kenyataannya.

Seorang tamu lainnya, Adi menyatakan hal yang sama. Untuk mengajak keluarganya enjoy, hotel dinilai paling aman saat ini.

Selain kunjungan yang bersifat pribadi, tamu-tamu hotel memang ada yang sedang mengikuti kegiatan, semisal, seminar terbatas.

Keberanian masyatakat Batam untuk mendatangi tempat-tempat hiburan maupun hotel lantaran Batam telah punya Peraturan Wali Kota No 49 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Batam.

Diberlakukan akhir Agustus lalu, Perwako ini menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar. Ancaman denda hingga Rp250 ribu bagi pelanggar perorangan. Sedangkan untuk badan usaha, denda bisa mencapai Rp 1 juta.

Dalam Perwako itu, sangat tegas dijelaskan kewajiban memakai masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan. Di tempat-tempat usaha, seperti di bagian kasir, harus ada pembatas bening: berupa plastik atau kaca. Petugas juga wajib memakai masker dan face shield.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ardiwinata menyebut, kondisi Batam terus membaik dalam penanganan Covid-19. “Pelaku usaha di sektor hiburan dan jasa sudah menerapkan ketentuan protokol kesehatan,” kata dia.

Kendati demikian, jika dibandingkan masa sebelum pandemi, pendapatan hotel Batam saat ini tentu saja jauh merosot.

Raja Azmamsyah, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor hotel terkena dampak langsung Pandemi Covid-19. Semester pertama 2020, titik terdalam pendapatan terjadi di Bulan Mei. PAD sektor hotel terus merosot.

“Januari masih Rp11 miliar, Maret Rp 7 miliar, April Rp 4 miliar. Dan, Mei hanya Rp 400 juta,” jelasnya.

Ya. Saat ini, hotel dan sektor jasa mulai ‘bangun’ lagi. Berharap pada tamu-tamu lokal. Tapi ini belum cukup membantu pendapatan. Sebab, Batam yang bersebelahan langsung dengan Malaysia dan Singapura, selama ini hidup dari kunjungan turis luar.

“Kalau Batam siap, tetapi Singapura dan Malaysia masih tutup, siapa yang akan datang,” kata Ketua Association of The Indonesia Tours And Travel Agencies (ASITA) Kepri, Andika Lim, saat Rapat Dengar Pendapat bersama DPRD Kota Batam dan Dinas Pariwisata Batam, beberapa waktu lalu.(chi)