Metro Sport

Ketua IBA MMA Kepri, Sony Christanto; Bangun Persahabatan dengan Negara Tetangga

Ketua IBA MMA Kepri, Sony Christanto (kiri). Foto: ist

BATAM, POSMETRO.CO: Badannya tinggi besar. Hobi berolahraga. Seorang karateka juga. Ya, namanya Sony Christanto. Berpendidikan. Dua titel kesarjanaan melekat di belakang namanya: SE dan MSi. Ia seorang pengusaha yang juga anggota Dewan Pendidikan Batam.

Kini, praktisi Kyokushinkai Kala Hitam ini dipercaya jadi Ketua Umum Pengurus Provinsi Kepri Indonesia Beladiri Amatir Mixed Martial Arts (IBA-MMA).

“Pada dasarnya, saya memang hobi beladiri,” ujarnya membuka wawancara dengan POSMETRO.CO.

Belakangan, ia makin menyadari, beladiri makin dicintai oleh banyak orang. Terutama beladiri campuran, yang lebih dikenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA). Berbagai penyelenggara berpacu untuk membuat event MMA. Hingga akhirnya, MMA menyeruak masuk ke berbagai kalangan. Bahkan sampai ke pelosok daerah. Dojo, camp, sasana dan perguruan beladiri makin menggeliat.

Akhirnya banyak berdiri camp dan club khusus beladiri campuran. Tentu saja, di dalam club tersebut terdapat berbagai disiplin beladiri. Misalnya: Jujitsu, Muay Thai, Kick Boxing, Sanda dan jenis beladiri lainnya. Dari berbagai jenis beladiri itulah lahir sebuah ‘aturan main’  yang membolehkan semua teknik: memukul, menendang, membanting hingga memiting lawan. Aturan itulah yang diterapkan dalam laga MMA.

“Kemudian, laga MMA ini juga disesuaikan dengan olahraga prestasi yang kini sudah terdaftar di KONI,” kata Sony.

Cabor MMA yang terdaftar di Komite Olahraha Nasional Indonesia (KONI) berada dalam naungan IBA-MMA. Dipercaya menahkodai IBA-MMA Kepri, Sony berjanji akan serius melakukan pembinaan demi prestasi Kepri.

“Terbina dan berkembangnya IBA-MMA di Kepri,” itu langkah pertama Sony. Selanjutnya, tentu saja ia dan tim akan meningkatkan mutu dan prestasi beladiri campuran amatir ini.

Kepri yang bertetangga langsung dengan Malaysia, Singapura dan Thailand, kata Sony, punya nilai lebih. “Kita akan membangun persahabatan dengan negara tetangga melalui IBA-MMA ini,” katanya.

Sebelum melangkah dan menjalin kerjasama dengan negara-negara tetangga, Sony menyebut terlebih dahulu akan fokus membentuk pengurus tujuh kota dan kabupaten IBA-MMA di Kepri.

“Ini penting, sebab pada dasarnya, pengurus kota dan kabupaten inilah nanti yang melakukan penyaringan atlet di daerahnya masing-masing,” sebut Sony.

Kepri akan punya fighter yang mumpuni jika pengurus kota dan kabupaten ini giat menggelar kejuaraan antar klub beladiri. “Sehingga akan lahir atlet-atlet MMA Amatir untuk berprestasi di tingkat nasional dan mengharumkan nama Kepri,” Sony optimis.

Itu saja belum cukup. Sony menyebut akan meningkatkan hubungan kerjasama dengan pemerintah daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta KONI daerah. “Berikutnya, kita akan membidik kerjasama dengan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand,” sebutnya.

Kerjasama itu, selain saling berbagi ilmu MMA Amatir, Sony juga berharap bisa membantu pariwisata Kepri. Misalnya, dengan menggelar event yang melibatkan negara tetangga.

Sony menyadari, untuk mewujudkan semua itu, dibutuhkan kerjasama tim. Ia tak sendiri. Di dalam kepengurusan IBA-MMA Kepri ada orang-orang hebat yang peduli dengan prestasi beladiri Kepri. Jakop Sutjipto, misalnya.

Pendiri Batam Fighter Club (BFC) ini dipercaya sebagai pembina di Pengprov Kepri IBA-MMA. Selama ini, BFC juga sudah banyak berprestasi di cabang olahraga MMA, khususnya MMA profesional. Atlet binaan BFC sudah banyak memenangkan laga di ajang One Pride MMA. Bahkan ada yang sudah memegang sabuk juara. BFC juga sudah dua kali sukses menggelar event MMA yang melibatkan petarung Kepri, Sumatera, nasional dan negara tetangga.

Sony juga yakin dengan kemapuan pengurus yang memegang peranan teknis. Para wakil ketua IBA-MMA Kepri juga memiliki latar belakang beladiri dan aktif sebagai pelatih. Wakil Ketua I, Rozi Juhendra, merupakan pelatih jujitsu yang sudah banyak mengorbitkan petarung MMA yang berprestasi secara nasional. Begitu juga dengan Wakil Ketua III, Ricardo Zendrato. Pelatih Sanda ini juga sudah banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi.(chi)