Batam

Janji Selesaikan Hutan Lindung, Warga Arira Garden Siap Dukung Rudi

Calon Wali Kota Batam, HM Rudi foto bersama ibu-ibu Warga Perumahan Arira Garden. Foto: qul

BATAM, POSMETRO.CO: Calon Wali Kota Batam, HM Rudi berjanji akan membantu warga di Perumahan Arira Garden, Kelurahan Batubesar, Nongsa, yang mengeluhkan sebagian wilayah di perumahan itu saat ini masuk kawasan hutan lindung. Saat ini dia belum bisa berbuat banyak.

Pasalnya, posisinya sedang cuti sebagai Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam. Meski demikian dia tetap menunjukkan cara penyelesaian masalah tersebut dan berjanji mengawal prosesnya.

“Bapak, Ibuk tak usah khawatir. Setelah saya aktif kembali tanggal 6 Desember mendatang, masalah lahan ini akan kita urus,” kata HM Rudi, di hadapan silaturahmi bersama warga RW 018 yang diadakan di Fasum Perumahan Arira Garden yang berlokasi di RT 002, Arira Garden, Selasa (29/9) malam.

RW 018 sendiri terdiri dari 5 RT di tiga perumahan: Arira Garden, Cipta
Mandiri, dan Griya KDA Bandara. Pernyataan tersebut menjawab kata sambutan dari Ketua RW 018, Robi Putra Sari.

Dalam sambutannya, selain masalah hutan lindung, Robi menyampaikan beberapa hal di antaranya terhentinya pembangunan di SDN 12 Nongsa yang berlokasi di Perum Arira Garden. Di SDN 12 Nongsa, saat ini hanya ada empat lokal, sedangkan jumlah siswa sudah ratusan dan sudah ada di bangku kelas empat SD. Sehingga pada tahun ajaran sebelum pandemi Covid-19, siswa terpaksa masuk shift dan harus belajar di perpustakaan dan musala.

Selain itu Robi juga menyampaikan keluharan dari warga Perum Cipta Mandiri yang saat ini belum bisa memanfaatkan atau membangun
fasum. Pasalnya, lahannya belum diserahkan ke Pemko Batam.

Kemudian Robi juga menyampaikan jika terpilih nanti sebagai Wali Kota Batam untuk periode kedua, Wali Kota Batam memperhatikan RW 018 Batubesar.

“Kami semua mendoakan Bapak HM Rudi dilapangkan jalannya untuk
duduk kembali sebagai Wali Kota Batam,” kata Robi, yang didampingi Ketua RT 001, Eko Zulbakar, Ketua RT 002, Qori Ul Fitra, dan Ketua RT,
Ketua RT 003, Handoko, dan Ketua RT 004, Suhartono.

Karena di masa pandemi Covid-19, silaturahmi dengan suami Marlin Agustina tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jumlah
warga yang hadir di Batasi, hanya kurang lebih 50 orang. Tempat pertemuan pun diberikan pagar keliling menggunakan tali. Setiap warga yang datang juga dicek suhu tubuh dan diberikan hand sanitizer.

Dalam sambutannya selain menjawab pertanyaan dan keluhan warga Calon Walikota Batam nomor urut 2 itu memaparkan tentang rencana
pembangunan Batam ke depan. Pembangunan infrastruktur, baik yang akan dilaksanakan oleh Pemko Batam maupun BP Batam.

“Bapak ibu beruntung, karena tinggal berdekatan dengan bandara (Hang Nadim Batam) karena bandara ini akan saya renovasi, bukan hanya untuk penerbangan, tapi juga untuk pusat bisnis,” sebut Rudi.

Di kawasan Bandara Hang Nadim akan dibangun mall, hotel, dan pusat perbelanjaan pun akan dibangun.

“Ini akan menjadi kota baru di Batam, dan yang pasti akan membuka kesempatan usaha dan lapangan pekerjaan baru,” ujar Rudi.

Di samping itu, ia juga mengaku sedang berkomunikasi dengan sejumlah maskapai penerbangan, agar mendirikan hanggar di Hang Nadim.

“Jika itu jadi, bapak, ibuk harus persiapkan dari sekarang, terutama anak-anaknya. Makanya kita juga minta bangun sekolah khusus itu
(penerbangan). Sehingga anak-anak Batam bisa bersaing. Tentu ini menjadi suatu peluang untuk anak-anak kita berkarya,” paparnya.

Masjid berskala besar pun akan dibangun di areal bandara. “Kubahnya berbentuk tanjak (penutup kepala khas Melayu) dan di tengah-
tengahnya ada satu kubah yang besar,” sebutnya.

Rudi ingin setiap pembangunan yang bersifat kemodrenan, harus dilandasi dengan pondasi keimanan. Warga Arira Garden sangat senang dapat bersilaturahmi dengan HM Rudi. Mereka mengatakan, sejak Batam dipimpin Rudi, banyak sekali perubahan yang memberikan kenyamanan bagi warga Batam.

“Kami di Arira juga sangat berterima kasih Pada Pak Rudi, yang telah membantu pembangunan masjid,” kata Wawan, Ketua Masjid Baitussalam. Warga Arira bertekad untuk memenangkan Rudi kembali pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

“Kami siap memenangkan Ramah di Batam dan Aman untuk Kepri, karena kami yakin di tangan Pak Rudi, Batam semakin berjaya dan di bawah pimpinan Bunda Marlin, Kepri cemerlang,” ucap warga lainnya.

Usai acara, disampaikan Ketua RW 018, Robi Putra Sari, permasalahan masuknya sebagian wilayah Perumahan Arira Garden menjadi kawasan
hutan lindung baru muncul sejak Agustus lalu.

Padahal lebih kurang enam tahun sejak perumahan itu berdiri tak ada masalah. Hal tersebut dibuktikan dengan lancarnya proses akad kredit melalui bank yang pastinya membutuhkan proses yang cukup panjang dan legalitas suatu lahan sebelum proses tersebut berlangsung.

“Bahkan sebelum akad kredit pun dulu pihak developer menjamin lahan tersebut aman, clear, tak ada masalah. Notaris pun dulu bilang begitu, bank juga sama. Buktinya sertifikat rumah sudah dikeluarkan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional). Tapi tiba-tiba di tengah jalan seperti ini ada masalah, itu yang disesalkan warga,” kata Robi, pada POSMETRO.CO.

Dari dokumen yang didapatkan warga, dari nomor penetapan lokasi 26050544 tanggal 15/8/2006 yang tertulis sebagai pemohon PT Bintang Arira Developtama yang menjadi pengembang perumahan Arira Garden mendapatkan luas lokasi 100,122 M2 yang peruntukannnya sebagai perumahan dan RSS. Di situ juga ada siteplan perumahan dan persis sama dengan dengan yang terbangun saat ini.

Namun, sekitar pertengahan bulan Juni 2020 pihak PT Bintang Arira Developtama bersurat pada Pemko Batam, melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang yang menanyakan informasi tata ruang di Perumahan Arira Garden.

Dari jawaban surat dinyatakan berdasarkan SK.76/Men LHK-II/2015 tentang Perubahan Kawasan Hutan Provinsi Kepulauan Riau dan SK.272/MENLHK/SETJEN/PLA.0/6/2018 tentang Perubahan Peruntukan
dan Fungsi Kawasan Hutan Lindung dan Taman Buru Provinsi Kepulauan Riau bahwa lahan tersebut hampir separuhnya merupakan kawasan hutan lindung (HL) dan separuhnya area penggunaan lain (APL). Tapi di poin lainnya menyatakan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami sudah datang ke developer tapi belum ada jawaban yang memuaskan terkait hal ini. Sebagai konsumen dan warga kami meminta developer segera menyelesaikan masalah ini. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Apalagi saat ini warga tak bisa melakukan jual beli di bank,” kata Robi.(qul)