Karimun

67 Warga Diduga Jadi Korban Penggelapan Uang Tagihan Listrik di Karimun

Warga dari tiga kelurahan yang mendatangi Posko Pengaduan terkait kasus dugaan Penggelapan Uang Pembayaran Listrik. (Foto-ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Sebanyak 67 Warga melaporkan ke Posko Pengaduan dan Pendataan Korban Dugaan
Penggelapan Pembayaran Uang Listrik yang dibuka warga Baran Senin (28/9). Data yang dihimpun
kerugian materil yang dialami warga mencapai total Rp55 Juta lebih. Saat ini kasus dugaan
penggelapan uang pembayaran listrik yang dibayarkan ke salah satu agen jasa pembayaran yang
beralamatkan di Baran, Kecamatan Meral ini masih dalam penyelidikan Jajaran Sat Reskrim Polres
Karimun.

Pantauan POSMETRO.CO dari 67 warga yang melaporkan menjadi korban penggelapan tersebut terdiri dari
warga Kelurahan Baran Barat, Kelurahan Baran Timur dan Meral Kota. Hal ini diindetifikasi dari
laporan yang diterima di Posko Pengaduan tersebut.

Lurah Baran Barat, Muhamad Ibnu S yang dikonfirmasi POSMETRO.CO di rumah pengaduan tersebut
menyebutkan. Kejadian ini berawal dari adanya laporan warga yang merasa di tipu oleh salah satu agen
yang membuka kantor di jalan A Yani Baran, kecamatan Meral.

Dimana warga mengaku sudah menyerahkan
uang pembayaran tagihan listrik sesuai struk yang diserahkan pihak agen yang bernama ABR tersebut
sesuai cap yang tertera di struk copian yang diserahkan warga saat melapor.

Disebutnya lagi, setelah ditelusuri ternyata ada puluhan warga yang merasa sudah membayar ke agen
ABR dan disertai dengan tanda bukti pelunasan. Namun kenyataanya puluhan warga tersebut justru
mendapatkan surat terguran dari PLN Karimun sendiri lantaran belum melunasi tagihan listriknya.

“Dari situ baru terdeteksi adanya dugaan penggelapan yang diduga dilakukan oleh Agen yang tercium
oleh warga. Saat itu warga banyak yang mendatangi kantor Agen tersebut namun sayang pihak Agen sudah
tidak lagi masuk di kantornya,” ujar Muhammad Ibnu.

Ia pun mengatakan, Agen ABR selama ini memang melakukan kemudahan memberikan layanan tagihan listrik
warga sekitar. Bahkan selama ini tidak pernah bermasalah. Namun baru bulan ini, kasus ini terjadi.

“Selama ini warga memang banyak yang menggunakan agen tersebut dan selama ini lancar-lancar saja,
akan tetapi pada bulan ini, muncul kasus dugaan Penggelapan ini.

Data di Posko Pengaduan yang dibuka
di Komplek Pasar Naga Mas, hingga pukul 14.20 WIB, sebanyak 67 warga yang melaporkan menjadi korban dugaan penggelapan tersebut. Untuk kerugian materil yang dihimpun sekitar Rp55 juta lebih yang merupakan uang pembayaran tagihan listrik yang sudah di bayarkan warga ke agen tersebut,” ujar Ibnu.

Sementara POSMETRO yang mencoba mengkonfirmasi pihak ABR di kantor yang disebutkan masyarakat tidak mendapati pihak ABR tersebut.

Sementara diketahui kantor Agen Pembayaran Tagihan Listrik tersebut diketahui menyewa di sebuah kantor ekpedisi di Jalan A Yani Meral. Bahkan diketahui baru tiga bulan berkantor di ruko pinggir jalan tersebut.

Iwan salah seorang pengelolah Expedisi yang satu kantor dengan Agen ABR tersebut mengatakan, Agen ABR memamg benar ada di tempatnya. Namun manajemennya berbeda.

“Baru sewa di sini, sekitar tiga bulan lah,” tegasnya.

Ia juga tak mengatahui keberadaan pihak ABR sendiri saat ini, sejak tanggal 20 lalu, pihak ABR memang tidak terlihat lagi datang ke tempatnya.

“Sejak tanggal 20 itu warga banyak yang datang ke sini dan menanyakan, saat itu pihak ABR tidak pernah datang lagi, kita juga gak tahu dimana,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono SIK yang dikonfirmasi terkait kasus ini, mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Ada warga yang sudah membuat laporan resmi ke kita, dan saat ini masih dalam penyelidikan kita,” ujar Herie singkat.
Sementara di lokasi yang dijadikan kantor ABR, sejumlah petugas polisi pun mendatangi lokasi. Di Lokasi polisi pun menemukan cap, serta kerta bundelan yang merupakan kertas struk berlogokan POS INDONESIA. Dimana diketahui selama ini, ABR mendatangi rumah-rumah warga untuk memungut tagihan listrik tersebut dengan menggunakan struk berlogo Pos Indonesia tersebut.

Terkait kertas struk berlogo Pos Indonesia tersebut, Kepala Pos Indonesia Cabang Karimun, Sumarsono yang dikonfirmasi di kantornya menyatakan, selama ini pihak agen tersebut tidak pernah bekerjasama dengan Pos Indonesia.

“Kita sudah dapat laporan adanya kasus ini, kita jelaskan bawa pihak Agen itu tidak ada kerjasama dengan kita, terkait penggunaan kertas struk pembayaran berlogo Pos Indonesia, dipastikan bukan keluaran dari Pos Indonesia secara resmi, karena kertas begitu bisa saja di dapati dari pembelian Online yang tidak resmi,” terang Sumarsono.

Sumarsono juga mengaku sudah ada beberapa warga yang menanyakan ke dirinya terkait kasus ini. Bahkan ada warga yang sudah 25 tahun membayar tagihan ke Agen tersebut.
“Selama ini tidak bermasalah, baru kali ini bermasalah,” cerita Sumarsono.(ria)