Batam

Perusahaan Tetap Buka, Bukan Berarti Tumbalkan Karyawan

PT. Infineon Technologies Batam. Foto: cnk

BATAM, POSMETRO.CO: PT. Infineon Technologies Batam sempat menutup pabrik mereka selama 2 hari, tepatnya pada tanggal 19 dan 20 September 2020 lalu. Saat ditutup, pabrik tersebut disemprot dengan disinfektan ke seluruh area.

Termasuk kantor, bagian produksi, dan area umum seperti toilet dan lainnya. Hal itu dilakukan karena cukup banyak karyawan di sana yang terpapar Covid-19.

“Awalnya, hanya 3 karyawan saja terpapar. Setelah dilakukan rapid test massal, jadi 79 karyawan yang positif Covid-19,” kata
Manager Komunikasi PT. Infineon Technologies Batam, Yulis kepada POSMETRO.CO, sambil menyebut, hasil rapid test yang digelar selama dua hari, pada 19 hingga 20 September 2020 lalu itu diketahui total karyawan terpapar Covid-19 sebanyak 81 orang.

Begitu tahu, pihaknya langsung mengambil tindakan. “Beberapa bulan lalu bagi karyawn di kantor juga telah menerapkan WFH juga. Tujuan tentu untuk meminimalkan interaksi sosial agar penularan dapat dicegah,” tambahnya.

Pihaknya menolak jika penyebaran virus ini karena adanya klaster karyawan di PT. Infineon Technologies.

“Justru penularan dikarenakan adanya infeksi dari luar dan dibawa masuk ke perusahaan,” tambahnya.

Terkait wacana lockdown, Yulis menyebut itu sifatnya dinamis. Namun pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak berwenang bahwa beberapa karyawan di sana juga banyak yang negatif Covid-19.

Namun PT. Infineon Technologies sendiri tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan seluruh karyawan.

Akan tetapi, operasional perusahaan sewajarnya harus tetap dilakukan. Mengingat, hal ini berkaitan penuh dengan stabilitas perekonomian seluruh karyawan di perusahaan.

“Kesehatan dan keselamatan karyawan kami adalah prioritas. Tapi, kami harus tetap beroperasi dan bukan berarti kami ingin karyawan menjadi tumbal. Situasi dinamis saja,” harapnya.

Yulis memastikan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Dinkes Batam dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam untuk memantau kesehatan seluruh karyawan.

“Kebanyakan yang dinyatakan negatif adalah dari tim produksi, meliputi operator, teknisi, dan engineer,” jelasnya.

Mengingat PT. Infineon Technologies Batam adalah salah satu perusahaan semi konduktor terbesar di Batam yang berpusat di Jerman, pihaknya memastikan kondisi ini tidak mengganggu kelancaran produksi kepada supplier perusahaan.(cnk)