Lingga

Ishak Ajak Paslon Memperhatikan Dunia Pendidikan Skala Prioritas

Bakal calon Bupati Lingga, H. Muhammad Ishak. Foto: mrs

LINGGA, POSMETRO.CO: Tanggung jawab seorang pemimpin yang harus diingat. Salah satu yang mendasar tujuan dari terbentuknya Kabupaten Lingga, salah satunya adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Hal ini di sampaikan Bakal Calon Bupati Lingga H. Muhammad Ishak, pada penulis media ini. Karena untuk kepentingan masyarakat dan khalayak ramai, ia mengajak masing-masing pasangan calon (Paslon), jika memang diamanahkan masyarakat dapat memprioritaskan tujuan dari terbentuknya Kabupaten Lingga.

“Tidak saja pelayanan di bidang kesehatan, bidang pendidikan kedepan harus mendapat perhatian yang lebih serius bagi siapa saja yang akan di beri amanah untuk memimpin Kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu,” ajak Ishak, Rabu (23/9) pada Paslon yang ikut Pilkada 9 Desember 2020, jika mendapat amanah dari masyarakat Lingga.

Menurutnya, hal tersebut tidak hanya sekedar untuk memenuhi undang-undang pendidikan nomor 20 tahun 2003 saja, tetapi kebijakan yang di ambil benar-benar dapat menjawab persolan.

“Memang ada yang harus di penuhi dan ditingkatkan secara bertahap di bidang pendidikan di Kabupaten Lingga, diantaranya penyediaan transportasi laut, membangun atau merehab sarana prasarana sekolah yang sangat urgent yang perlu dibangun atau direhab,” ucap Ishak kembali mengajak.

Selian itu pula, sambungnya lagi, menyediakan uang perjalanan dinas untuk tenaga fungsional, pembayaran uang makan PNS fungsional sesuai dengan jumlah hari kerja dan PMK standar biaya masukan tahun.

“Perlu juga penambahan belanja operasional untuk sekolah-sekolah guna menambah bantuan dana BOS dari pusat yang umumnya belum cukup,” sebutnya.

Hal lain yang tak kalah penting untuk di perhatikan bersama bidang pendidikan di Kabupaten Lingga, kata Ishak, adalah penempatan tentang pendidikan baik kepala sekolah maupun tentang guru, sekalian sesuai dengan profesionalitas dan karir alasan lebih manusiawi juga perlu dipertimbangkan seperti usia.

“Kondisi kesehatan guru perlu di perhatikan, jarak Anatar sekolah dengan tempat tinggal dan status suami isteri yang sama-sama ASN,” tuturnya.

Selain itu, perhatian terhadap insentif untuk tenaga guru tidak tetap (GTT) baik di daerah kota, khusus dan terpencil, termasuk juga untuk para penjaga/pesuruh sekolah dan tata usaha, juga harus ditingkatkan secara bertahap.

“Marilah kita jadikan perhatian bersama tentang dunia pendidikan Kabupaten Lingga, bagi siapa saja yang mendapat amanah,” imbuhnya.(mrs)