Lingga

Jalan Sudah Lama Berlubang Ancam Pengendara, Ini Kata Kadis DPUPR-PKP Lingga

Jalan di Kelurahan Daik yang rusak, sekitar ada 5 titik lubang besar dan kecil. Foto: mrs

LINGGA, POSMETRO.CO: Jalan beraspal berlubang mengancam pengendara. Posisi jalan berlubang cukup besar itu tepat berada di depan Rumah Makan Siti Nurbaya menuju arah Lingga Pesona dan Kampung Salak, Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga.

Jalan itu biasanya kerap dilalui kendaraan besar membawa material bangunan. Kondisi itu itu semakin membahayakan pengendara, karena saat hujan digenangi air. Pengendara yang tidak melihatnya, rentan terperosok masuk ke dalam lubang tersebut.

Ketua Kekerabatan RT/RW Kelurahan Daik, Hairul Basar menyoroti terkait rusaknya jalan tersebut. Karena melihat kondisinya yang membahayakan, sangat butuh perbaikan secepatnya, sebelum menimbulkan.

“Kita minta dinas terkait (PU) secepatnya melakukan perbaikan atau penimbunan, supaya tidak menghambat atau mencelakai orang yang melintasi, terutama roda dua,” tegasnya, Senin (7/9).

Dia mengaku, masyarakat Daik Lingga ini cukup baik dan tidak ingin menggeruduk kantor pemerintah, akan tetapi jika ada memakan korban, dia yakin masyarakat khususnya Daik Lingga akan mengambil tindakan.

“Saya minta pemerintah daerah melalui dinas secepatnya mengambil langkah sebelum ada kejadian yang tidak kita inginkan. Jangan sudah terjadi baru mengambil tindakan, itu namanya pembiaran,” ucapnya.

Pria yang selalu menjadi panutan para pemuda ini menegaskan ke pihak terkait, setiap kendaraan proyek melintasi jalan tersebut harus mengurangi beban material yang dibawa, kalau tidak jalan tersebut akan bertambah parah.

“Kalau kendaraan proyek masih saja membawa material sesuai tonase, saya yakin jalan itu bertambah parah. Untuk itu saya minta dinas terkait juga harus meminta pihak kontraktor memperhatikan itu,” pintanya dan menyebutkan aspal di jalan Kampung Salak Kelurahan Daik juga rusak akibat kendaraan proyek.

Sebelumnya, Zul salah satu warga Daik Lingga sempat menyampaikan kalau ia bersama istrinya hampir saja terjatuh di jalan yang lubangnya terlihat kian dalam dan menganga, ketika lubang penuh dengan air hujan.

“Saya hampir terjatuh bersama istri di lubang jalan itu. Yang menjadi permasalahannya kenapa sampai sekarang jalan itu tidak juga diperbaiki. Memangnya nunggu kapan, atau biar masyarakat harus menjadi korban baru diperbaiki,” imbuhnya.

Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Kabupaten Lingga, Novrizal melalui Kepala Bidang Bina Marga dan Jasa Konstruksi Jeki mengaku, sebenarnya pekerjaan tersebut sudah selesai dikerjakan, karena hujan dalam berapa hari belakangan membuat pekerjaan tersebut jadi terhambat.

“Kalau material sudah ada di lapangan, cuma belakangan Daik terus di guyur hujan, maka orang-orang yang bekerja tidak dapat memulainya. Karena melakukan perbaikan itu butuh cuaca panas,” jelasnya, Selasa (8/9).

Dia juga mengaku, kalau terkait jalan tersebut ia sudah melihat langsung kondisinya, dan memang sudah amat mengkhawatirkan, dan insya Allah sore ini akan dimulai, dan secepatnya dilakukan perbaikan, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan semua orang.

“Insya Allah kalau cuaca mendukung, sore ini kita lakukan pemotongan aspal yang rusak itu. Saya juga berterima kasih atas masukan dari Ketua Kekerabatan RT/RW Kelurahan Daik, pastinya secepatnya dikerjakan, sebab material sudah kami sediakan,” ucapnya.

Kalau permalasahan muatan material angkutan, ia akan menyurati pihak rekanan agar mengurangi beban muatan ketika melaksanakan pekerjaan supaya jalan tidak tambah parah.

“Kami akan surati pihak rekanan supaya mengurangi beban muatan kendaraan, sebab jika dipaksakan juga akan menimbulkan kerusakan yang lainnya,” imbuhnya.(mrs)