Batam

Nakes Terpapar Covid-19, Giliran Puskesmas Sekupang Tutup Sementara

Puskesmas Sekupang. Foto: ist

BATAM, POSMETRO.CO: Pelayanan kesehatan di Puskesmas Sekupang ditutup sementara mulai Senin (7/9). Pasalnya sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, membenarkan terkait penutupan fasilitas kesehatan tersebut.

“Puskesmas Sekupang, Senin (7/9) tutup sementara. Kita akan melakukan sterilisasi,” kata Didi, Minggu (6/9).

Perihal penutupan tersebut dikarenakan Covid-19 juga menyasar di Puskesmas Sekupang. Rencananya, penutupan sementara hanya selama satu minggu. Mengingat, pelayanan kesehatan di kawasan sentral bagi masyarakat sekitar saat berobat.

“Iya ada beberapa Nakes yang terpapar. Jadi seperti puskesmas sebelumnya juga kita tutup sementara. Kalau kemarin tutupnya sampai 14 hari, ini hanya seminggu saja,” bebernya.

Didi menegaskan, masyarakat juga tidak perlu khawatir tentang pelayanan kesehatan di Kecamatan Sekupang, karena ada 4 puskesmas yang akan beroperasi kembali pada Senin (7/9), yakni Puskesmas Tiban Baru, Mentarau, Nongsa, dan Sei Langkai.

“Iya buka kembali empat puskesmas yang tutup kemarin. Ini termasuk Tiban Baru dan Mentarau jadi kalau Sekupang tutup masyarakat bisa berobat di dua puskesmas tadi. Karena sudah ada yang sembuh,” jelas Didi.

Diakuinya puskesmas yang tutup sudah dilakukan prosedur protkes mulai dari penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi. Lalu melakukan penyisiran dengan kontak kasus. Hal ini kata Didi sebagai upaya memutuskan mata rantai virus Corona.

“Selain sterilisasi, kita juga sudah melakukan penyisiran. Sehingga langkah antisipasi sudah kita lakukan,” kata dokter kandungan ini.

Di sisi lain, pertambahan kasus masih terus terjadi. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kesadaran akan protokol kesehatan. Pengunjung Puskesmas diharapkan mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak ketika mendapatkan perawatan.

“Ini yang harus kami perketat lagi. Karena lingkungan medis ini cukup berisiko, sebab banyak melayani masyarakat,” ucap Didi mengingatkan.(hbb)