Lingga

Nelayan Antusias Mengukur Kapal untuk Mendapatkan Pas Kecil

Ketua DPC HNSI Lingga, Distrawandi foto bersama masyarakat nelayan. Foto: mrs

LINGGA, POSMETRO.CO: Semangat Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lingga, Distrawandi dibantu ahli ukur Syahbandar Senayang, Azuar terus melanjutkan pengukuran kapal nelayan di wilayah Senayang Kepulauan.

Sebanyak 101 kapal nelayan di wilayah Desa Pasir Panjang, Kecamatan Bakung Serumpun sudah melalui proses pengukuran, untuk
memenuhi kewajibannya mendapatkan BBM (solar) bersubsidi dari pemerintah dengan mengantongi Pas Kecil yang akan dikeluarkan pemerintah.

Distrawandi mengaku dan merasa bangga dengan antusiasnya masyarakat nelayan Pasir Panjang ingin mengukur kapal pada Rabu (2/9) pagi hingga pukul 19.00 WIB, malam.

“Antusias masyarakat nelayan sangat luar biasa sekali untuk mengukur alat tangkap (kapal) nelayan, bahkan rela mengantri untuk mendapatkan pengukuran dari ahli ukur Syahbandar agar memiliki legalitas sebagai kapal nelayan,” ungkap Distrawandi, Kamis (3/9).

Kata pria energik idalam memperjuangkan hak nelayan tradisional di Kabupaten Lingga ini lagi, masyarakat nelayan tradisional sekarang ini memang mengharapkan pengukuran kapal supaya mengantongi Pas Kecil, Bukti Pencatatan Kapal Perikanan (BPKP) sehingga dapat menikmati BBM bersubsidi dari pemerintah.

“Saya selaku Ketua HNSI merasa senang dan bersemangat bersama ahli ukur kapal. Masyarakat sebagai pemilik kapal terlihat antusias sekali ingin mendapatkan Pas Kecil, sebab menjadi salah satu syarat mereka mendapat BBM subsidi,” sebutnya.

Untuk hari ini, sambung pria yang akrab di sapa Wandi ini mengaku, kalau dia bersama ahli ukur Syahbandar Senayang berada di Desa Cempa, melanjutkan pengukuran kapal nelayan, dan dia bersyukur sambutan masyarakat dan dukungan pihak desa sangat luar biasa.

“Kalau Pas Kecil sudah di dapatkan nelayan, otomatis kapal nelayan mereka sudah terdata dan di akui oleh negara. Bahkan mempermudah nelayan kita mendapatkan BBM subsidi buat mereka mencari rezeki dari hasil laut mereka,” paparnya.

Dia mengaku, sesuai dengan data HNSI, nelayan di Kabupaten Lingga sebanyak 13 ribu lebih, aktif sekitar kurang lebih 8 ribu, kalau untuk kapal, data sarana alat tangkap (kapal) sebanyak 5 ribu lebih.

“Jadi tahun ini memang menjadi target HNSI Kabupaten Lingga untuk mengukur kapal milik nelayan supaya memiliki legalitas dan tercatat oleh negara melalui instansi pemerintah yang terkait,” sebutnya.

Membuat Ketua HNSI dan ahli ukur Syahbandar Senayang ikut bersemangat bercampur senang, karena antusias masyarakat dan pihak desa dalam memfasilitasi supaya mendapatkan legalitas kapal nelayan masyarakat.

“Antusias masyarakat yang membuat kami kian terpacu mengukur kapal nelayan. Pengukuran ini juga memang menjadi target HNSI Lingga tahun ini dalam mendata kapal nelayan tanpa ada paksaan,” imbuhnya.

Sebutnya lagi, untuk mendapatkan BBM solar bersubsidi nelayan ada di dua titik, Singkep Barat di pangkalan milik Akun, sedangkan untuk di Senayang di pangkalan milik Akok.

Kata pria sangat peduli dengan nasib nelayan Lingga ini lagi, HNSI Lingga sekarang ini lagi berupaya mendapatkan rekomendasi dari Kementrian Kelautan untuk pembangunan SPBBN yang sekarang ini masih dalam proses, dan dalam waktu tidak lama akan didapatkan izin tersebut.

“Alhamdulillah, kalau lahan kita sudah ada, dengan menempatkan di dua titik juga, untuk di Kecamatan Selayar berdada di Penuba Timur, sedangkan untuk di Kecamatan Katang Bidare berada di Tajur Biru. Insya Allah tahun 2021, sudah dapat di operasikan, mohon doa dan dukungan semua pihak terutama masyarakat nelayan Kabupaten Lingga,” pungkasnya.(mrs)