Batam

Pendataan Berakhir 11 September, Disdik Daftarkan Semua Nomor HP Peserta Didik

Kepala Dinas Pendidikan Batam, Hendri Arulan. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memberikan dukungan berupa kuota internet bagi peserta didik di masa pandemi Covid-19. Paket untuk belajar daring ini juga diberikan kepada Kabupaten/Kota Kepulauan Riau (Kepri) terutama Batam.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan saat ini pihaknya sudah mendata nomor handphone peserta didik untuk mendapat paket internet untuk belajar daring. Kuota ini sebagai bentuk dukungan pemerintah saat siswa belajar dari rumah di tengah wabah belum berakhir.

“Iya, sudah didata semua. Saat ini sekolah lagi mendata nomor telpon dan menginput ke Dapodik. Selanjutnya tinggal menunggu dari pusat,” kata Hendri, Selasa (1/9).

Hendri memaparkan bahwa semua anak yang telah diterima di sekolah sudah terdaftar sebagai penerima bantuan berupa paket data ini. Pendataan ini akan berlangsung hingga 11 September mendatang. Pemberian pulsa atau paket internet ini akan diberikan berdasarkan nomor telepon yang terdaftar di dapodik.

“Sekolah sudah meminta orang tua untuk mengirimkan nomor telepon yang biasa digunakan anak-anak ketika belajar daring. Jadi langsung ditransfer ke nomor telepon masing-masing nanti,” papar dia.

Sementara untuk teknis penyaluran bantuan berupa pulsa atau paket data ini, masih menunggu dari pemerintah pusat. Seperti, uang yang diberikan langsung masuk ke sekolah, karena sekolah yang tahu mengenai siswanya.

“Teknisnya kita masih menunggu. Apakah pakai dana BOS atau dana lainnya, kami belum tahu. Berapa besar kuota yang akan diterima masing-masing anak juga belum ada informasi,” terangnya

Hendri berharap adanya bantuan pulsa atau paket internet ini bisa membantu kelancaran siswa dalam belajar daring. Pembelajaran belum bisa dibuka tatap muka, sebab Batam masih berada dalam masa pandemi Covid-19.

“Belajar daring masih tetap sampai saat ini. Untuk meringankan beban orang tua, pusat memberikan bantuan berupa paket internet, guna menunjang kelancaran proses belajar siswa,” terangnya.

Informasi terkait bantuan paket data dari pemerintah ini menurut warga Bengkong, Uni bantuan ini sudah ditunggu-tunggu. Alasannya, karena biaya kuota internet yang digunakan selama belajar daring di rumah, diakuinya memberatkan. Dengan adanya bantuan ini ia berharap dapat meringankan beban ekonominya juga.

“Sudah dapat info dari sekolah. Kami wali murid sudah mengirim nomor telepon yang digunakan untuk belajar online. Alhamdulilah, kalau ada paket internet gratis bisa meringankan biaya juga,” harap ibu dua putra itu.(hbb)