Batam

Lapas Batam Perketat Prokes Covid-19, Kegiatan Agama Dilakukan Secara Internal

Kepala Lapas Kelas II A Batam, Mishbahuddin. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Biasanya, jika ada kegiatan keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan Lapas (Lapas) Kelas II A Batam, akan dihadirkan penyuluh agama. Tapi kali ini tidak, ustad, pastor dan pendeta tidak lagi memimpin kegiatan keagamaan di Lapas.

Hal ini disampaikan Mishbahuddin, Kepala Lapas Kelas II A Batam. Semua itu untuk mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19). Sebab kasus terkonfirmasi Covid-19 belakangan ini terus mengalami peningkatan.

“Bukan hanya warga binaan saja, tapi semua elemen masyarakat diminta terus waspada dalam pencegah tertularnya Covid-19,” jelasnya.

Mishbahuddin menyebut, Lapas mulai memperketat protokol kesehatan, hal ini sesuai arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham. Bahkan Lapas Batam tak lagi mendatangkan orang luar masuk ke lingkungan Lapas.

“Tiap minggu Lapas selalu mendatangkan penyuluh agama untuk memberikan siraman rohani kepada warga binaan, tapi kini tidak lagi,” ujarnya, Selasa (1/9).

Meski demikian, sebut Mishbahuddin, aktifitas kerohanian di Lapas tetap berjalan seperti biasa. Kegiatan keagamaan di lingkungan Lapas pun digelar secara internal.

“Acara kerohanian tetap digelar, tapi secara internal,” ungkapnya lagi.

Selain membatasi pengunjung, Lapas juga meningkatkan protokol kesehatan. Di pintu masuk Lapas sudah disiapkan tempat cuci tangan, balik disinfektan hingga pengecekan suhu tubuh.

“Saya juga menghimbau kepada pegawai dan petugas agar wajib menggunakan masker, serta menghindari perkumpulan yang melibatkan banyak orang,” ungkapnya.

Yang terakhir, semua kegiatan keterampilan warga binaan dilakukan secara vidio conference. Dengan demikian, petugas dan warga binaan bisa selalu menjaga jarak.

“Inilah yang kami lakukan di ruang lingkup Lapas, sebab kita hanya bisa mengantisipasi,” tutupnya.(jho)