Batam

Ribut Lagi, Keluarga Tolak Pasien Covid-19 Dimakamkan Sesuai Protokol

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Kecamatan Batuaji. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Keributan sempat terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Kecamatan Batuaji, Rabu (26/8) pagi. Keluarga almarhum pasien Covid-19 tak terima, jika jenazah dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Namun keributan tersebut sudah diatasi oleh pihak keamanan.

Informasi yang dihimpun POSMETRO.CO, pasien berinisal JS merupakan pasien rujukan. Namun tak lama setelah dirawat, JS meninggal dunia. Dari pemeriksaan medis, JS dinyatakan terpapar Covid-19.

Namun, pernyataan tim medis itu tidak bisa diterima keluarga. Bahkan memaksa untuk membawa pulang jenazah JS ke rumah duka, dan akan dimakamkan pihak keluarga.

Situasi di RSUD-EF sempat memanas. Bahkan ada keluarga hendak memukul petugas medis. Untung saja saat keributan terjadi sudah ada aparat kepolisian, sehingga situasi bisa dikendalikan.

Direktur RSUD-EF, Ani Dewiyana membenarkan adanya keributan di RSUD-EF, tepatnya di Gedung Tunsendari. Dimana gedung tersebut memang untuk pasien khusus penderita Covid-19.

“Biasalah, ada keluarganya yang menolak. Tapi sudah ada polisi dan sudah kondusif,” kata Ani Dewiyana saat dikonfrimasi POSMETRO.CO, Rabu siang.

Ani Dewiyana melanjutkan, keluarga JS sempat menolak jika pasien dimakamkan secara protokol Covid-19. Namun, pemakaman tetap dilakukan secara protokol Covid-19.

“Tidak ada masalah lagi, semuanya sudah kondusif,” tutupnya.(jho)