Metro Sport

SMAC akan Hadir di Batam dan Bali

Atlet Spider Batam siap berprestasi di cabor Jujitsu, Sanda, Kick Boxing, Muay Thai dan MMA. (Posmetro.co/chi)

BATAM, POSMETRO.CO: Mahesa Arba yakin beladiri sudah digemari oleh berbagai kalangan. Ia pun melirik Batam dan Bali untuk mengembangkan Setiabudi Martial Art Centre (SMAC).

“Akan ada SMAC 2 di Batam,” katanya. Selain sebagai wadah olahraga, Mahesa menyebut, kehadiran SMAC juga membuka peluang usaha dan bisnis di Bidang martial art. “Ini cukup menjanjikan,” kata pria yang juga pengusaha di beragam bidang itu.

Kenapa di Batam? “Karena di Batam sudah ada Spider Academy,” jelas Mahesa.

Indonesia Spider Jujitsu (ISJ), salah satu cabor Spider Academy yang berkembang pesat di Batam. ISJ sudah menyentuh berbagai kalangan di Batam: masyarakat umum, sekolah, anggota Badan Keamanan Laut RI, petugas keamanan pelabuhan internasional di Batam Centre dan sejumlah camp-camp beladiri.

Tentu saja, pengembangan SMAC ini akan sejalan dengan pengembangan Titan BJJ di Batam.

Hal ini disambut gembira oleh Rudi, siswa ISJ. Ia menilai, dunia beladiri sudah makin berkembang. Sebagai mahasiswa dan juga seorang wiraswata, berlatih beladiri menjadikannya berada di ‘level’ tertentu. Walau berlatih beladiri sudah digemari oleh banyak kalangan, tapi bagi Rudi, seseorang yang rutin berlatih akan merasakan kebanggaan tersendiri. “Ada rasa, tak semua orang bisa melakukannya,” sebut siswa ISJ Dojo Batam Fighter Club (BFC) ini.

Di kelas ISJ, Rudi merupakan pecinta teknik-teknik ground fight. “Makanya saya ingin sekali memperdalam teknik dengan berlatih BJJ,” katanya.

Senada, Indah dan Popi juga merasakan kebanggaan berlatih beladiri. Sebagai seorang wanita kantoran, Indah menyebut, wanita kudu berlatih beladiri.

“Minimal dua kali seminggu,” kata wanita yang menyukai berlatih kick boxing ini. Popi juga begitu. Siswa Spider Academy ini mengatakan, dengan rutin berlatih beladiri, ia semakin disegani oleh teman-temannya. “Target utamanya sih untuk bekal beladiri dan sehat aja,” kata wanita 27 tahun ini.

Di bawah bimbingan coach Oji, Popi menyebut, berlatih beladiri juga bertujuan untuk prestasi. Ryan, misalnya. Siswa SMK ini tak hanya berprestasi pada Cabor jujitsu, tapi juga sudah membuktikan diri pada cabor wushu, khususnya Sanda, jenis tarung modern. Saat ini, Ryan juga sedang menyiapkan diri untuk tanding kick boxing di bawah bendera Spider Academy.

“Kami yang di usia 25 tahun ke bawah ini memang diarahkan untuk jadi atlet,” kata Ryan. Remaja yang bercita-cita jadi polisi ini merasakan banyak manfaat setelah berlatih beladiri. “Tentunya makin sehat. Bisa berprestasi dan banyak teman,” kata pemegang sabuk kuning ISJ ini.

Ia mengaku, sebelum berlatih kepada Coach Oji, ia sama sekali tak memiliki bekal beladiri. “Awal mula berlatih beladiri, ya, sama Sensei (sebutan pelatih) Oji,” akunya.

Ryan semakin terpacu berlatih beladiri, khususnya jujitsu, karena seniornya, Hadi, sudah berprestasi di cabor MMA. Bahkan Hadi tiga kali menang di laga One Pride MMA dengan teknik kuncian yang unik.

“Saya juga ingin tanding di MMA, tapi kata Sensei Oji, saya harus tanding dulu di cabang-cabang olahraga seperti jujitsu, sanda dan kick boxing,” kata Ryan.(chi)