Lingga

Jembatan Marok Tua Mulai Dibangun, Kades akan Bangun Jembatan Darurat

Aktivitas pemancangan jembatan Desa Marok Tua. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Pembangunan jembatan penyeberangan di Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat berdiameter 6 x 180 meter, sudah 10 hari dikerjakan pihak rekanan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau.

Sebelumnya jembatan terbuat dari kayu tersebut sudah di letak batu pertama oleh Gubernur Kepri beberapa waktu yang lalu. Rencana awal, tahap pertama dikerjakan dengan anggaran Rp 13 miliar, namun setelah di lakukan peletakkan batu pertama Gubernur minta diselesaikan tahun ini, dengan angaran Rp 22 miliar lebih.

Safarudin Kepala Desa Marok Tua menuturkan, saat ini pihak pekerja sedang melakukan pemancangan, yang di perkirakan baru selesai dikerjakan 30 persen. Dan dia bersyukur sampai hari ini berjalan lancar.

Cuma kata dia, masyarakat yang ingin menyeberang harus menggunakan sampan atau mini Roro untuk membawa kendaraan (motor) dan penumpang jika ingin ke Singkep Barat atau ke Dabo Singkep.

“Buat sementara masyarakat kita kalau ingin menyebrang, menggunakan biaya. Kalau sendiri pakai sampan biaya Rp 2 ribu, kalau membawa kendaraan harus mengunakan Roro yang telah di sediakan, cuma biaya PP Rp 15 ribu dengan pemilik,” jelasnya, Minggu (23/8).

Dia mengaku, kalau sekarang ini pihaknya belum dapat membuat jembatan penyebrangan darurat sebab tongkang pemancangan masih hilir mudik bekerja di lokasi dan belum dapat dibangun.

“Jujur sekarang kami belum dapat membangun jembatan penyebrangan darurat, sampai hari tongkang masih bekerja. Kalau kita paksa juga membangun, saya yakin percuma dan akan ambruk ditabrak tongkang,” ujar dia.

Lanjut Safarudin lagi, setelah pemancangan selesai 100 persen oleh pihak pekerja, pihaknya akan segera membuat jembatan darurat supaya masyarakat ingin menyebrang tidak terbebani dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Sebutnya lagi, menyebrang dengan menggunakan sampan di perkirakan hanya 3 menit, sedangkan menyebrang dengan menggunakan Roro sekalian dengan kendaraan di perkirakan 5 menit menuju seberang.

“Kalau untuk dibangun sekarang memang sulit, maka kami sediakan alat penyeberangan sementara. Mudah-mudahan cepat selesai pemancangan kami akan membuat jembatan darurat seperti yang diinginkan masyarakat,” imbuhnya.

Safarudin juga mengaku, untuk biaya pembangunan jembatan darurat masyarakat Desa Marok Tua, dia sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Kepri, pihak dinas mengaku kalau anggaran pembangunan jembatan darurat itu ada biayanya di dinas.

“Saya sudah koordinasi dengan dengan Dinas PU, biaya pembangunan jembatan darurat itu ada, di luar dari anggaran proyek jembatan permanen yang sedang dibangun sekarang ini. Cuma kami menunggu selesai pemancangan saja,” tuturnya.

Meski tidak besar, sambung dia, namun dia dan masyarakat merasa terbantu kalau pos anggaran pembangunan jembatan darurat itu ada tapi dilakukan secara swadaya membangunnya.

“Kalau untuk bekerja secara swadaya kami tidak ada maslaah, cuma anggaran material itu sangat di butuhkan, sebab yang akan dibangun itu kurang lebih 80 meter panjangnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, masyarakat Desa Marok Tua memang mengarapkan adanya jembatan darurat supaya masyarakat ingin menyeberang tidak mengenakan biaya atau ongkos, namun semua ini sudah terjawab oleh Kepala Desa, jembatan darurat akan dibangun setelah selesai pemancangan pembangunan proyek jembatan. Sedangkan masyarakat untuk sekarang ini ingin menyeberang harus mengeluarkan biaya.(mrs)