Batam

Fakta Jembatan IV: Sultan Zainal Abidin

Jembatan IV Sultan Zainal Abidin.

BATAM, POSMETRO.CO: Jembatan IV Sultan Zainal Abidin merupakan jembatan penghubung antara Pulau Setoko dan Pulau Rempang, dengan panjang 365 meter dan merupakan jembatan Balance Cantilever terpanjang kedua yang dibangun di Indonesia.

Bentang utama jembatan adalah sepanjang 145 meter. Jembatan IV ini mempunyai desain yang sama dengan Jembatan II, tetapi terdiri dari dua boks pada gelagar jembatan.

Jembatan ini masing-masing memiliki span yang terdiri dari 35 meter, 75 meter, 145 meter, 75 meter dan 35 meter.

Gelagar Jembatan IV dapat menampung dua jalur dengan perkerasan jalan selebar 6,5 meter dan masing-masing jalur terdiri dari dua lajur yang dipisahkan oleh median tengah dan dilengkapi trotoar pejalan kaki selebar 2,1 meter serta ruang bebas dari permukaan air laut selebar 16.5 meter.

Setiap boks gelagar mempunyai lebar 9 meter dan ketinggiannya bervariasi dari 7,5 meter pada kolom utama dan 2,5 meter pada tengah bentang.

Kontraktor pembangunan Jembatan IV ini adalah PT Waskita Karya, Subkontraktor PT Ballast Indonesia, dan PT Freyssinet Total Technology. Manajemen konstruksinya dilakukan oleh PT Profes Cipta Wahana Teknik.

Lama pengerjaan pembangunan jembatan ini selama 1.328 hari dan selesai pada tanggal 31 Mei 1997. Tenaga kerja yang terlibat di dalamnya adalah, masing-masing 7-13 orang sarjana (engineer), 15-21 tenaga menengah, dan pekerja 155-210 orang.

Pulau Rempang yang statusnya sebagai taman buru rencananya akan dikembangkan sebagai daerah industri, pemukiman, pariwisata, perdagangan, dan jasa.

Jembatan IV diberi nama Sultan Zainal Abidin yang merupakan salah satu pejuang Riau, sekaligus ulama yang melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda untuk mempersatukan Rokan dari Hulu sampai Hilir.(adv)