Batam

Diterjang Puting Beliung, 31 Rumah di 2 Kelurahan di Bengkong Rusak

Rumah warga yang rusak disapu angin puting beliung, Sabtu (22/8) siang. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Angin puting beliung yang menyapu wilayah Kecamatan Bengkong, Sabtu (22/8) sekitar pukul 12.45 WIB, menyebabkan puluhan rumah di dua kelurahan porak-poranda. 31 rumah rusak.

“Kejadian tadi terjadi di dua Kelurahan di Tanjung Buntung dan Sadai. Totalnya ada puluhan rumah yang terdampak,” kata Camat Bengkong M Fairuz Batubara, Sabtu sore.

Rincian pendataan dilakukan pihak kelurahan dan kecamatan bersama Tagana Dinsospem Kota Batam. Meliputi, Kelurahan Tanjung Buntung. Lokasi kejadian di Perumahan Pantai Gading di RW 18 RT 1, 2, dan 4. Kemudian di Kapling Arrahman Tanjung Buntung di RW 16 RT 1 dan 3, berikutnya di Kapling Tanjung Buntung RW 2 RT 2 dan 8. Adapun bangunan yang rusak berat ada 11 unit, rusak sedang 6 unit sementara yang ringan 7 unit.

“Total di Tanjung Buntung 24 unit baik berat, sedang, dan ringan. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa, hanya rumah yang rusak,” terangnya.

Lebih lanjut, penanganan sementara bagian rumah yang rusak ringan tengah diperbaiki masyarakat sekitar. Sedangkan yang rusak berat bagian atap akan ditutup sementara dengan terpal.

“Masyarakat saat ini penanganan sementera memperbaiki rumah-rumah yang rusak dulu,” jelasnya mantan Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam itu.

Terpisah, di Kelurahan Sadai, peristiwa terjadi di Perumahan Kapling Sungai Nayon di RW 12 RT 1, 2 dan 5. Adapun data kerusakan, rumah rusak berat ada 3 unit, selanjutnya rusak sedang 2, dan rusak ringan 2 unit dengan total 7 unit.

“Untuk korban jiwa juga tidak ada. Kita segera memperbaiki rumah warga ini. Karena cuaca juga tidak bagus. Di kelurahan ini jumlah rumah yang rusak sedikit,” bebernya.

Meski demikian, masyarakat segera memperbaiki rumah milik mereka secara mandiri ada juga secara gotong royong.

Fairuz juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk kelanjutan penanganan warga yang terdampak. Ia menerangkan, kerusakan banyak ditemukan di bagian atap rumah.

“Jadi perbaikannya ada yang secara mandiri atau dibantu masyarakat sekitar. Yang sudah diperbaiki secara mandiri, tetap tinggal di rumahnya dan beberapa warga lainnya,” pungkasnya.(hbb)