Hukum

Dihantam Gelombang Tanker, Nelayan Jatuh, Rusuk Patah

Ilustrasi nelayan mencari ikan. (Posmetro.co/dok)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Boat pancung jaring nelayan 15 PK dilaporkan mengalami kecelakaan laut di Perairan Takong Hiu, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun pada Sabtu (22/8) dinihari. Seorang nelayan mengalami patah tulang rusuk.

Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir SH, MH mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu sekitar 00.30 WIB. Dan dilaporkan pada keesokan harinya.

“Dilaporkan kepada pihaknya pada pagi harinya sekitar pukul 11.00 WIB,” ujarnya.

Dijelaskan, kronologis kejadiannya, pada Jumat (21/8) sekira pukul 18.00 WIB, boat pancung nelayan dengan mesin 15 PK yang dinakhodai Safii bersama ABK Aryandi berangkat menuju perairan sebelah Barat Takong Hiu untuk menjaring ikan.

Sekira pukul 00.30 WIB, saat menarik jaring dari laut terlihat oleh Safii kapal tanker yang arah haluan ke arah boat pancungnya.
Diperkirakan tanker itu menghindar dari kapal yang lainnya, sehingga berputar haluan, tiba-tiba ke jalur boat milik Safii. Padahal sebelumnya, sudah menyalakan lampu navigasi warna merah dengan maksud agar tanker mengubah haluan, agar tak terjadi tabrakan.

“Namun tanker tetap berlayar ke arah boat Safii, sehingga menyebabkan gelombang dari kapal tanker tersebut menghantam boat pancung,” ujarnya.

Akibatnya, Safii terjatuh dari atas kapal, lalu terkena dinding kayu boat, sehingga mengalami patah tulang rusuk.

Sedangkan Aryandi sempat melompat ke laut, namun setelah keadaan aman, Aryandi berhasil menemukan boat pancung, dan naik.

Lalu membawa boat pancung itu bersama Safii menuju darat. Selanjutnya, Safii dibawa ke RSBT. Aryandi mengalami memar di bagian samping kiri di bawah dada.

“Utk penyebab terjadinya dugaan laka laut dimaksud maka penyidik akan melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait,” pungkasnya.(*/ria)