Batam

Susahnya Kredit Rumah di Masa Pandemi Covid-19 

Ilustrasi transaksi di bank. Foto: jpnn

BATAM, POSMETRO.CO: Bagi yang ingin kredit rumah di masa pandemi Covid-19, tidaklah gampang. Karena pihak bank akan melakukan seleksi ketat kepada para calon konsumen yang ingin akad kredit. Sudah banyak berkas calon konsumen yang ditolak.

Dikatakan Karel, salah seorang marketing perumahan di Tanjunguncang, Batuaji, seleksi bank sangat ketat di masa pandemi Covid-19. Bagi calon konsumen yang berprofesi di dunia pariwisata, sangat sulit untuk melakukan akad kredit.

“Alasan pihak bank karena sektor pariwisata saat ini sedang down disebabkan corona,” ujarnya, Kamis (20/8).

Menurut Karel, jika tidak ada pengetatan persyaratan akad kredit, semua rumah yang dijualnya sudah habis sejak bulan April lalu. Namun hingga kini, masih ada sekitar 40-an unit yang belum terjual.

“Beda halnya kalau beli secara cash. Itu tak ada masalah, tapi di masa pandemi ini sudah sangat sulit cari uang untuk cash,” tutupnya.

Senada juga dikatakan Ririn, marketing perumahan di kawasan Marina, Tanjung Riau. Katanya, tansaksi jual beli rumah banyak gagal karena ketatnya seleksi bank. Di samping itu, daya beli masyarakat juga sangat menurun.

“Ketatnya seleksi bank menjadi faktor utama. Semenjak Covid-19 ini mewabah, baru lima unit rumah yang terjual, itupun prosesnya dilakukan sebelum covid-19,” ungkapnya.

Ririn melanjutkan, meski pun calon konsumen sudah berstatus permanen di sektor pariwisata, tapi tetap saja bank berpikir dua kali lipat untuk melakukan akad kredit.

“Alasannya karena dunia pariwisata lagi down. Selain itu, calon konsumen yang bekerja di sektor industri juga banyak yang ditolak. Sebab banyak karyawan perusahan yang dirumahkan,” tutupnya

Sementara itu, Riko salah seorang karyawan hotel di kawasan Marina sangat berniat membeli rumah di Perumahan Putera Jaya Residence, Tanjunguncang. Namun, niatnya untuk mendapatkan hunian itu harus diurungkan, karena berkas pengajuan kredit ditolak pihak bank.

“Alasannya karena dunia pariwisata sedang down. Padahal saya sudah kasih uang muka Rp 9 juta, namun gagal saat urus ke bank,” singkatnya.(jho)