Batam

Gunakan Dana BOS untuk Pengadaan Internet, Murid Tak Mampu Dibantu

Kadisdik Kota Batam, Hendri Arulan. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Guna mendukung sistem belajar daring atau online berjalan lancar, Pemerintah Kota Batam menggunakan dana operasional sekolah (BOS) untuk pengadaan paket internet.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan, untuk tahap awal bantuan akan diprioritaskan bagi siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sehingga meringankan beban biaya terutama peserta didik yang tidak mampu.

“Siswa yang tidak mampu akan diupayakan dibantu. Postingan anggarannya ada di BOS. Mereka yang masuk KIP atau PKH dan lainnya akan dicoba kami bantu,” ucapnya, Selasa (11/8).

Dikatakan Hendri, masing-masing sekolah sudah memiliki data dan klasifikasi terkait anak yang akan dibantu. Sementara, pelaksanaannya masih dalam pembahasan, jika memang semua sudah siap maka bantuan akan segera dilakukan. Agar peserta didik bisa lancar daring dengan lancar dan aman.

“Secepatnya akan segera kami laksanakan. Mudah-mudahan bisa membantu para anak dan orangtua di tengah masa pandemi ini,” kata Ketua PGRI Kota Batam itu.

Sementara Wakil Wali Kota Batam H Amsakar Achmad menuturkan saat ini sekolah sudah memiliki peta-peta siswa mana yang membutuhkan bantuan paket internet ini. Supaya, siswa bisa belajar dengan baik dan tak ada kendala.

Karena selama ini, banyak keluhan yang masuk dari orangtua terkait membengkaknya pengeluaran karena harus mencukupi kebutuhan internet anak-anak. Sejak belajar mengajar daring di rumah.

“Tadi saya sudah tanya Pak Hendri (Kadisdik) bahwa tidak ada masalah dalam penerapan kebijakan ini. Tujuannya tetap sama meringankan beban orangtua pastinya,” ulasnya.

Amsakar menyebutkan, sekolah sudah memiliki kelompok-kelompok mana yang membutuhkan bantuan tersebut. Dalam pelaksanaan ada mekanisme yang harus disiapkan. Agar tidak bermasalahan dikemudian hari.

“Karena ini menyangkut penggunaan anggaran. Itu artinya harus ada juknis yang jelas sebelum dana digunakan agar bisa dipertanggungjawabkan nantinya,” paparnya.

Untuk itu, bagi keluarga yang memilki keterbatasan akan dibantu atau didukung melalui anggaran dana BOS. Menurut Amasar sekolah sudah memiliki data keluarga mana yang membutuhkan bantuan paket internet ini.

“Datanya sudah ada. Tinggal tunggu juknisnya saja, berapa besar yang akan dibantu dan mekanisme lainnya,” terang bapak tiga putri itu. (hbb)