Lingga

Ternyata Ini Alasan Bupati Lingga Melantik Pejabat di Bukit Tumang

Bupati Lingga Alias Wello saat pidato di acara pelantikan pejabat Pemkab Lingga di Bukit Tumang. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Ternyata ini alasan Bupati Lingga H. Alias Wello melantik dan mengambil sumpah jabatan para pejabat eselon II, III dan IV di Bukit Tumang, agar sejarah kelam Embung Bukit Tumang tidak terulang lagi di tahun-tahun berikutnya.

Diceritakan Alias Wello, dahulu kala kawasan Bukit Tumang amat Asri. Karena adanya penambangan timah yang dilakukan beberapa dekade ini menjadi sejarah bahwa, ekploitasi sumber daya alam terlalu berlebihan dan tidak terkendali membuat malapetaka baru para generasi penerus.

“Kita hadir bersama di sini untuk mengatasi kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan ke depan, dan tidak mencederai anak cucu kita untuk pembangunan masa yang akan datang,” ungkap Alias Wello, Selasa (4/8) setelah melantik eselon di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga di Embung Bukit Tumang.

Sebagai saksi hidup sejarah panjang pertambangan di daerah ini, sebutnya, dulu kawasan ini hijau dan sangat asri sekali. Akibat pertambangan kawasan ini menjadi tandus akibat eksploitasi pertambangan timah yang tidak terkendali oleh alat penambangan, kapal keruk, tambang semprot dan tambang manual oleh masyarakat secara tradisional.

“Tentu berakibat lahan daerah sini betul-betul kritis. Kalau tidak ada kebijakan pemerintah melalui dana pusat daerah ini masih tandus dan tidak tahu ingin di buat apa. Reklamasi yang dilaksanakan tidak dapat memberi apa yang kita harapkan. Untuk merehabilitasi lahan yang kritis ini tentu membutuhkan teknologi, SDM yang handal dan luar biasa,” sebutnya.

Pria yang akrab disapa AWe ini mengaku, pembangunan oleh pemerintah pusat melalui anggaran APBN di lahan ini sebesar Rp 20 miliar lebih yang telah membuat kawasan yang di lahat sekarang ini kembali asri.

Sejarah tidak boleh terulang sambung dia, sejarah buruk tidak boleh berkembang yang menjadi tanggung jawab bersama.

Kepada pers yang hadir AWe meminta, dan memohon dengan kerendahan hati agar memberi pencerahan dan edukasi pada masyarakat untuk hal yang positif selama kepemimpinan mereka selama ini.

“Kami yakin, tanpa peran serta dari pers banyak hal-hal yang positif yang telah kami lakukan tidak mempunyai nilai apa-apa di tengah-tengah masyarakat. Pada penggiat pers, semoga sinergitas kita memajukan pembangunan Kabupaten Lingga agar lebih baik di masa-masa akan datang,” paparnya.

Terkait Pilkada Kabupaten Lingga secara serentak tahun 2020 dapat berjalan dengan baik, ia berpesan masyarakat jangan sampai terkotak-kotak dan tersekat-sekat atas pilihan, dan dukungan politik yang diberikan pada pasangan calon yang sudah nampak di permukaan.

“Saya ingatkan pada saudara (PNS), hindari sifat yang merugikan karir dan aktifitas yang telah ditetapkan perundang-undangan. Ingat, netralitas ASN tidak dapat ditawar-tawar. Sekali lagi saya ingatkan, jangan buat kegaduhan, fokus dengan kerja, siapapun yang memimpin,” pesannya berkali-kali pada ASN.

Lagi-lagi Alias Wello kembali menyebutkan dan memastikan kalau dirinya tidak ikut lagi mencalonkan diri menjadi Bupati Lingga pada Pilkada tahun 2020.

“Saya percaya kader yang mendampingi saya (Wabup Muhammad Nizar) mampu, yang akan didampingi kader dan putra terbaik Kabupaten Lingga,” tutupnya.(mrs)