Lingga

Rumah Dua Lantai Hangus Terbakar di Desa Resun, Lingga

Rumah warga di RT03/ RW01, Desa Resun Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga saat terbakar, Senin (3/8) malam. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Satu rumah milik Zaleha (70), warga di RT03/ RW01, Desa Resun Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga ludes terbakar pada Senin (3/8) sekitar pukul 22.00 WIB. Diduga penyebab kebakaran karena korsleting.

Informasi dihimpun, peristiwa kebakaran rumah yang menimpa warga baru pertama kali terjadi di Desa Resun. Warga sekitar pun langsung berusaha memadamkan si jago merah.

“Saya tiba di lokasi bersama tim Damkar api sudah besar. Tapi saya salut warga Resun memang kompak. Mereka ramai dan berbondong-bondong ikut membantu memadamkan api,” kata warga yang ada di lokasi, Selasa (4/8).

Memang tak jauh dari lokasi kejadian, ada warga menggelar hajatan perkawinan. Warga yang melihat api dari di tempat kejadian langsung menuju lokasi.

Damkar yang datang menerobos masuk untuk menjinakkan api, yang disusul mobil tanki air dari BPBD Lingga. Akhirnya api dapat dimatikan kurang lebih 30 menit, tapi rumah sudah hangus terbakar.

“Waktu kebakaran memang tidak ada angin, sehingga rumah yang berada di sekitar padat penduduk itu tidak menjalar ke rumah warga yang lain. Kalau memang ada angin, saya yakin rumah warga yang lain ikut terbakar,” jelasnya.

Pjs Kepala Desa Resun, Amrullah ketika dikonfirmasi mengaku belum tahu penyebab kebakaran tersebut. Ia memastikan kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya rumah dan barang-barang jualan ikut terbakar.

Kata Amrullah, sebelum kejadian, ia bersama pemuda dan tokoh masyarakat sedang berada di rumah salah satu warga Resun yang akan melaksanakan resepsi pernikahan. Lagi asyik ngobrol salah satu dari mereka melihat api kemerahan yang tidak begitu jauh dari rumah warga hajatan.

“Yang melihat itu RT 01, dan kami beramai-ramai berlarian menuju sumber api yang telah mulai membesar membakar rumah milik Mok Zaleha, dan saya langsung menelpon Damkar. Alhamdulillah dengan cepat mereka datang,” kata Amrullah.

Karena memilik sedikit pengalaman tentang kebakaran, dia membagi masyarakat dan pemuda secara berkelompok supaya 3 rumah dan 1 masjid juga disiram dengan air supaya api tidak menjalar ke rumah warga yang lain.

“Alhamdulillah karena sedikit ada pengalaman dalam menangani kebakaran ketika dalam ke adaan panik. 3 rumah dan 1 masjid selamat dari kobaran api di malam itu,” jelasnya.

Sebagian warga ikut memadamkan api, sebagian membasahi rumah yang terdekat, sebagian lagi membantu mengeluarkan seorang yang ada di dalam rumah dan menyelamatkan barang dagangan milik korban.

Sebagai Pjs Kepala Desa Resun, ia tidak berani berandai-andai penyebab kebakaran dan kerugian yang dialami warganya, sebab butuh informasi yang jelas terutama dari korban.

“Jadi apa yang saya lihat itulah yang saya sampaikan, ape penyebab dan kerugian itu tidak dapat kita mengarang-ngarang cerita, butuh data akurat. Waktu kejadian, pihak Damkar dan Kepolisian ada di lapangan ikut membantu. Sampai hari ini lokasi kebakaran sudah di police line,” tuturnya.

Lanjut Amrullah, rumah milik Mok Zaleha sebagian semi permanen berlantaikan keramik, tingkat atas bangunan kayu, dan ada juga gudang minyak tapi sudah tidak ada minyak lagi. Beragam pendapat orang penyebab kebakaran namun dia tidak ingin berandai-andai sebab butuh informasi lengkap.

“Orang boleh saja menduga korsleting listrik, tapi secara pribadi saya tidak ingin bicara itu, sebab biarlah pihak berwenang (Kepolisian) yang lebih paham dan mengerti,” imbuhnya.

Meski belum ada kepastian, namun banyak yang menduga adanya hubungan arus pendek listrik hingga terjadi kebakaran. Bahkan ada kabar juga yang didapatkan kerugian atas kejadian tersebut ratusan juta yang terdiri dari rumah dan tempat usaha.(mrs)