Batam

BTKLPP Kewalahan Tangani 800 Sampel Swab, Pemprov Tambah Petugas

Sekda Pemprov Kepri, T.S Arif Fadillah memberi keterangan kepada wartawan saat mengunjungi BTKLPP Batam. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Sekda Pemprov Kepri, T.S Arif Fadillah mengunjungi Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP), Sei Binti, Sagulung, Batam. Kunjungan tersebut untuk meninjau kinerja petugas yang sedang menangani uji laboratorium yang masuk 3 hari lalu.

“Kita sedikit bertanya karena ada keterlambatan hasil uji laboratorium, makanya kami ke sini,” ucap Arif saat berada di gedung BTKLPP, Selasa (4/8) siang.

Setelah melihat kinerja petugas, Arif mengatakan BTKLPP sudah bekerja semaksimal mungkin, bahkan kinerja mereka sangat luar biasa yang dimulai dari pagi sampai malam.

“Nah, ternyata kendala rekan kita di sini adalah kekurangan tenaga, kemudian jumlah sampel yang diperiksa sangat banyak hingga mencapai 800,” ungkapnya.

Setelah mendengar keluh kesah dari petugas, Arif mengambil kesimpulan akan menambah jumlah petugas sebanyak 4 orang. Bahkan Pemprov Kepri akan menambah anggaran untuk melancarkan kinerja para petugas.

“Yang paling banyak sampelnya berasal dari Tanjung Pinang dan Bintan. Kita berharap supaya hasilnya cepat keluar, bahkan dalam waktu 3 hari,” tutupnya.

Kasubag TU BTKLPP, Ismail menjelaskan, sejak adanya Covid-19, BTKLPP sudah memeriksa 11 ribu sampel. Dan 3 hari belakangan ini, yakni Sabtu (1/8) hingga Senin (3/8), BTKLPP kembali menerima sampel swab sebanyak 800.

“Rinciannya 654 sampel dari Tanjung Pinang dan Bintan. Dan total se-Kepri ada 800 sampel. Yang sudah diperiksa masih 521 sampel,” tegasnya.

Ismail melanjutkan, keterlambatan hasil swab ini karena kekurangan tenaga. Meski demikian, petugas telah bekerja semaksimal mungkin yang dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

“Kami selalu siap, kami juga kerja sama dengan RSKI Galang, semuanya berjalan normal,” ungkapnya.

Jika sudah ada penambahan tenaga, Ismail juga akan menambah jam kerja. Semua itu untuk memaksimalkan kinerja di BTKLPP. Bahkan dalam melakukan pekerjaan ini, semua petugas harus dalam kondisi normal.

“Jika teman-teman sudah lelah, maka tak bisa dipaksakan, takutnya mereka drop dan bisa juga tertular Covid-19,” tuturnya.

Terakhir, Ismail menegaskan, BTKLPP  memiliki dua alat PCR. Dalam sehari, dua PCR mampu memeriksa sebanyak 200 sampel. Sampai sejauh ini, ia belum bisa menyebutkan berapa jumlah yang positif dan negatif dari hasil pemeriksaan sampel swab tersebut.(jho)