Batam

Belajar di Sekolah Diwacanakan Ditunda

Wali Kota Batam, HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Melonjaknya kasus Covid-19 beberapa hari lalu, Wali Kota Batam, HM Rudi menegaskan bahwa keputusan kegiatan belajar tatap muka di sekolah masih dipertimbangkan atau belum final. Pihaknya masih menunggu keputusan bersama tim yang dibentuk pada saat pertemuan dengan Kepala Sekolah bersama Dinas Pendidikan Batam waktu lalu.

“Saya akan melakukan pertemuan kembali bersama Forkopimda. Karena, pada pertemuan kemarin keputusan kita kembali belajar tatap muka pada pertengahan Agustus. Namun, karena banyaknya kasus kemarin. Kita rapatkan segera dengan tim yang kita bentuk kemarin. Apakah ditunda atau tidak, jadi nunggu hasil rapat,” ujarnya, Selasa (4/8).

Hal ini melihat bertambahnya jumlah pasien menjadi kekhawatiran orangtua dan masyarakat. Sementara minggu lalu Pemerintah Kota (Pemko) Batam sempat mengumpulkan kepala sekolah. Tujuannya untuk membahas rencana pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka.

“Ini kalau menurut saya melihat lonjakkan kasus, baiknya ditunda. Karena, sekarang ini semua kecamatan ada, kecuali di hinterland. Bahkan Batam Kota merah lagi, padahal kemarin sudah sempat hijau,” ujar Rudi.

Sementara, teknis dan waktu pelaksanaan kemudian dibahas di tingkat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Sedangkan, keputusan akan ditetapkan bersama Forkopimda pekan ini.

Rencana tersebut waktu itu dibuat karena melihat kondisi Batam yang sudah lebih baik. Sebagian besar kecamatan sudah masuk zona kuning. Jumlah pasien konfirmasi corona virus disease (Covid-19) berkurang signifikan. Bahkan ada yang sudah di zona hijau, tanpa kasus konfirmasi.

Sambung Rudi, sebagian besar pasien terkonfirmasi covid-19 termasuk dalam kelompok asimptomatik atau tanpa gejala. Pasien dalam kondisi sehat dan fit sehingga diharapkan lebih cepat proses penyembuhannya.

Rudi mengatakan jumlah kasus konfirmasi covid-19 di Batam saat ini sudah mencapai angka 334. Dan sampai sekarang belum ada vaksin untuk penyakit yang menyerang saluran pernapasan tersebut.

“Karena itu butuh peran masyarakat untuk mencegah penyebaran virus. Di antaranya dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tutur Rudi.

Kepala BP Batam itu mengungkap, penemuan vaksin ini butuh waktu panjang. Sembari menunggu, masyarakat perlu menjalankan protokol kesehata, pakai masker, jaga jarak, dan jaga kebersihan.

“Apa yang harus kita lakukan? Maka ada tiga hal yang saya titip. Pakailah masker. Masker ini 60 persen melindungi diri, kita pribadi dan orang lain. Itu sangat menyelamatkan. Kedua, jaga jarak. Ketiga, jaga kebersihan. Dan penutupnya, seringlah berolahraga supaya imun kuat,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan karena adanya ledakan kasus, maka pembukaan sekolah akan dipertimbangkan kembali. Keputusan terkait belajar tatap muka ini belum ditentukan.

“Kemarin itu karena adanya keresahan orangtua terkait tidak optimalnya belajar daring. Untuk itu Pak Wali memanggil dan mengumpulkan guru dan Forkopimda membahas hal ini,” terangnya.

Pemerintah akan berusaha mencarikan solusi terbaik agar sistem belajar mengajar tetap berjalan dengan baik. Menurutnya, kondisi penambahan Covid-19 ini pasti menjadi pertimbangan semua pihak yang ikut di rapat beberapa waktu lalu.

“Nanti akan dibahas kembali. Karena kemarin itu sempat membaik kondisi, maka bisa untuk menggelar sekolah tatap muka. Namun ternyata, kasus bertambah jadi tentu ada pertimbangan lah, agar orang tua bisa merasa tidak khawatir lagi soal sekolah ini,” pungkasnya.(hbb)