Lingga

23 Warga Lingga Kontak Erat dengan Gubernur Kepri Jalani Tes RT-PCR

Tim gugus tugas Covid-19 Lingga melakukan pengambilan spesimen tes RT-PCR. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Sebanyak 23 warga Kabupaten Lingga kontak langsung dengan Gubernur Kepri, Isdianto usai pelantikan, oleh tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga telah diambil spesimen tes Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Berdasar siaran pers, penyelidikan Epidemiologi tanggal 1 Agustus 2020, dengan kontak erat pasien konfirmasi positif Covid-19, terdapat sebanyak 20 orang kontak erat, selanjutnya pengambilan spesimen tes RT-PCR pada tanggal 2 dan 3 Agustus 2020, 20 orang kontak menjalani karantina mandiri selama 14 hari dan menunggu hasil BTKLPP Batam.

“Sampai 2 Agustus 2020, terdapat 23 orang kontak erat dengan konfirmasi positif Covid-19, 15 kluster Bhayangkara dan 8 kluster Pemprov Kepri. Penyelidikan Epidemiologi masih terus berlanjut dengan berpedoman pada pencegahan penaggulangan Covid-19,” kata Wirawan Trisna Putra selaku juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga, melalui siaran persnya, Senin (3/8).

Lanjut dia, perlindungan kesehatan masyarakat merupakan upaya yang harus dilakukan semua komponen masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan penukaran Covid-19. Pencegahan, penemuan kasus dan respon Covid-19 dilaksakan dengan cara terus menerus dan menyeluruh.

Terkait adanya kontak warga Lingga dengan Gubernur Kepri beberapa waktu yang lalu, maka berhembuslah kabar, yang katanya ada beberapa warga akan di bawa Ke Batam untuk di lakukan pengecekan dengan menggunakan speed milik BPBD Kabupaten Lingga.

“Yang di bawa itu hasil dari spesimen Tes RT-PCR oleh tenaga medis tim gugus dengan cara mengambil sampel, sedangkan yang bersangkutan tetap menjalani karantina mandiri,” jelas Wiarawan.

Dia mengaku tidak dapat menyebutkan satu-persatu nama tersebut, tapi sesuai siaran pers, 15 orang dari Kecamatan Singkep, 3 Singkep Barat, 1 Katang Bidare, 1 Lingga Utara, 2 Bakung Serumpun dan 1 orang di Singkep Selatan.

Tim Gugus Tugas terus melakukan pencegahan, dengan sosialisasi menggunakan media komunikasi, informasi dan edukasi oleh petugas kesehatan untuk meningkatkan disiplin diri sertaenyediakan cuci tangan pakai sabun selalu jaga jarak dan hindari keramaian.

“Adaptasi kebiasaan baru mengingatkan, bahwa Pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman. Dengan perilaku hidup bersih dan sehat, tetap jaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan untuk kehidupan yang labuh baik. Setiap individu masyarakat lembaga/instansi mempunyai peranan penting, tidak menitik beratkan pada satu pihak dan saling bekerjasama dalam menghadapi resiko Covid-19 adalah kunci keberhasilan penanganan Pandemi,” ucapnya.

Lanjut dia, deteksi dini di wilayah dilakukan melalui peningkatan kegiatan surveilans berbasis kejadian yang di lakukan secara aktif maupun pasif.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menemukan adanya indikasi kontak erat dengan suspek Covid-19 yang harus segera di respon. Adapun respon dapat berupa verifikasi, rujukan kasus, investigasi dan respon penanggulangan. Bentuk verifikasi dan investigasi adalah penyelidikan Epidemiologi,” imbuhnya.(mrs)