Metro Kepri

GTC Kepri Imbau Wali Kota Batam untuk Test Swab

Iskandar Zulkarnaen, Humas GTC Provinsi Kepulauan Riau. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau mengimbau kepada masyarakat yang hadir dalam rangkaian acara menyambut Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto untuk segera melakukan test swab. Test tersebut bisa dilakukan di Lokasi-lokasi yang telah ditentukan di Kota Tanjungpinang, Kota Batam dan Kota Jakarta, telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan tentang pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 revisi 5.

“Semua tindakan yang dilakukan oleh Gugus Tugas selalu berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi 5,” ujar Iskandar Zulkarnaen, Humas Gugus Tugas Covid-19 (GTC) Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (2/8).

Iskandar Zulkarnaen menjelaskan, imbauan itu merupakan langkah dari strategi penanggulangan berdasarkan tingkat penularan yang terjadi. Himbauan melakukan test swab bagi seluruh anggota masyarakat yang hadir dalam rangkaian acara Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto bertujuan agar penularan segera dihentikan dan penyebarannya dapat dicegah pada kesempatan pertama.

“Strategi itu tertuang di halaman 25 dan seterusnya, sebagai langkah untuk menghentikan penularan dan mencegah penyebaran,” terang Iskandar Zulkarnaen.

Hasil test swab itu akan memastikan bahwa upaya untuk penghentian penularan dan pencegahan penyebaran dapat berjalan secara efektif.

“Karenanya kita menganjurkan agar segera melakukan test swab. Hasil test swab itu lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Banyak ditemukan kasus asimtomatik yakni tidak memiliki gejala covid-19, seperti Pak Gubernur, namun setelah ditest swab, (hasilnya) ternyata positif,” jelasnya.

Apatah lagi, satu-satunya cara saat ini untuk mengetahui apakah seseorang mengidap Covid-19 atau tidak, hanya melalui test swab.

“Kita tidak bisa berandai-andai dalam masalah ini. Test swab satu satunya alat diagnosa Covid-19, bukan prasangka pribadi,” ujar Iskandar Zulkarnaen lagi.

Imbauan Gugus Tugas ini merupakan strategi penanggulangan yang dikenal dengan istilah Active Case Finding yakni, upaya secara aktif menemukan kasus dan mengisolasi mereka. Ini berbeda dengan pola tracing yang mendasari hanya pada kontak langsung. Pola tracing yang mendasari pada kontak langsung disebut dengan istilah passive case finding.

“Jadi ada miss pengetahuan di sini. Apa yang dikatakan Kadinkes Batam itu lebih pada pola passive case finding. Provinsi melakukan yang sebaliknya, lebih agresif, yakni active case finding. Harusnya tidak ada alasan lagi buat rombongan dari Pemko Batam untuk tidak melakukan test swab. Apapun hasilnya, itu sangat berguna untuk memastikan kita menghentikan penularan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini,” pungkasnya.(*/red)