Lingga

Datok Sri H Muhammad Ishak Apresiasi LAM Kecamatan, Kelurahan dan Desa

Datok Sri H Muhammad Ishak. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau Kabupaten Lingga Datok Sri H. Muhammad Ishak memberi apresiasi setinggi-tingginya sekaligus mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada seluruh pengurus LAM Lingga, kecamatan, kelurahan dan desa yang terus berbuat, bergerak dan berikhtiar untuk melestarikan adat dan budaya Melayu.

Selain itu pula, ucapan yang sama di sampaikan Datok Sri kepada para kepala desa yang telah mengalokasikan anggaran untuk kelancaran tugas-tugas LAM di desa, dalam kemajuan adat dan budaya Melayu di masing-masing desa.

“Atas nama LAM Lingga, saya ucapkan terimakasih, saya anggap sangat luar biasa. Saya sangat salut, apa lagi organisasi kemasyarakatan (LAM) yang pengabdiannya luar biasa tanpa honor, bekerja dengan niat yang tulus dan lillahitaala,” ungkap Datok Sri H Muhammad Ishak Jumat (24/7) yang mengaku sudah menerima SK pensiun dini, Kamis (23/7).

Datok Sri H. Muhammad Ishak pernah menjabat  Camat Lingga, Kadisbudpar, Kepala Bappeda dan Kadisbud Lingga ini lagi.

Dikatakannya, ia ingin terus mengabdi dengan tulus ikhlas, siap meluangkan waktu dan menyambung pikiran untuk melestarikan adat budaya Melayu di kampung tempat tinggalnya.

“Alhamdulillah, malahan kemarin ada pengurus yang telah menyumbang rezeki untuk membeli madu dan lain-lain, untuk membantu petugas kesehatan dalam mengatasi dan mencegah Covid-19,” sebut pria yang juga pernah menjadi staf Kanwil Deprtemen Pertanian Provinsi Riau, juga mantan Kepala Urusan Perencanaan Dinas Perikanan Kabupaten Kepri.

Dia merasa kagum, sampai saat ini pengurus LAM di semua tingkatan terus bekerja, ada yang maksimal ada yang belum, meski pada tahun ini LAM Kepri Kabupaten Lingga belum menerima hibah.

“Dengan kerendahan hati, saya mohon maaf karena ada beberapa program yang telah disusun tahun lalu untuk dikerjakan oleh LAM kecamatan belum dapat terealisasi,” ucapnya.

Mudah-mudahan ada jalan lain, sambung Datok Sri, dirinya bersama pengurus lainnya sangat yakin bila Allah SWT akan mengabulkan doa mereka, cepat atau lambat harapannya dan pengurus semuanya kabulkan oleh-Nya. Apalagi tugas dan kerja yang mereka selama ini merupakan tugas mulia.

“Adat dan Budaya Melayu harus terpatri di Bunda Tanah Melayu ini. Disamping itu juga saya juga berharap kepada pengurus LAM kecamatan untuk segera berkoordinasi dengan kades, agar pengurus LAM desa yang telah dibentuk, seperti Desa Resun Pesisir, Mepar, Linau, Rantau Panjang dan Desa Pekaka segeralah dikukuhkan,” tukasnya.(mrs)