Karimun

Kinerja Kejari Karimun Mulai Penanganan Kasus Korupsi hingga Pengawasan Covid-19

Kajari Karimun, Rahmat Azhar SH saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungbalai Karimun, Rahmat Azhar SH dalam perayaan HUT Adhyaksa ke-60 tahun, Rabu (22/7), menyampaikan sejumlah kasus yang ditangani bidang pidana khusus, di antaranya kasus SPPD fiktif di Sekretariat DPRD Karimun yang ditangani Polres Karimun.

Kemudian kasus terbaru yakni penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana retribusi pada Perumda Tirta Mulai Karimun yang sebelumya bernama PDAM Tirta Karimun.

Tak sampai disitu juga diketahui Kejaksaan sudah mengeksekusi terpidana kasus dugaan korupsi dana desa dengan terpidana mantan kepala desa Sawang Selantan, Sukiran. Sesuai dengan putusan mahkamah agung yang dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp250 juta.

Sementara di bidang pidana Umum, Kejaksaan Tanjungbalai Kariun juga telah melaksanakan persidangan secara virtual melalui aplikasi untuk pertama kalinya di Indonesia di masa pandemi Covid-19.

Menurut Rahmat, persidangan virtual membuat kejaksaan negeri Tanjungbalai Karimun menjadi promotor untuk teknis persidangan pada kejaksaan negeri lainnya.

Kemudian kejaksaan juga mendapatkan pernghargaan dari ASKALSI (Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia) dalam penanganan perkara kasus kabel fiber optic yang diklaim pertama di Indonesia.

“Sedangkan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) kita telah menyelesaikan penanganan masalah sebanyak 50 skk dari bpjs ketenaga kerjaan. Kemudian telah membantu Disperindag dalam penanganan masalah piutang kredit sebesar Rp 3,8 miliar lebih, kita juga sudah memberikan pendampingan hukum kepada PT TIMAH, serta pendampingan hukum kepada pemerintah Kabupaten Karimun dalam penanganan tanggap cepat Covid-19,” tegas Rahmat.

Sedangkan di bidang Intelijen juga pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap penggunaan dana tidak terduga dari uang kas yang tersedia tahun 2020. Yang digunakan dalam kegiatan tanggap darurat (Non Alam) wabah penyakit akibat Covid-19 di Kabupaten Karimun.

“Intelijen Kejaksaan juga melakukan pengawasan terhadap aktifitas belajar di rumah dalam rangka pencegahan Covid-19 di Kabupaten Karimun, serta menangani cipta kondisi ketentraman dan ketertiban umum terkait pencegahan penyebaran Covid-19, bahkan melakukan pemantauan ketersediaan BBM, sembako dan obat-obatan serta lainnya,” tutup Rahmat lagi.(ria)