Batam

Peran Serta Swasta Dalam Pembangunan Infrastruktur Bandara Hang Nadim

Bandara Internasional Hang Nadim Batam. (Posmetro.co/dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Bandara Internasional Hang Nadim Batam, satu-satunya bandara yang memiliki runway terpanjang di Indonesia. Saking sibuknya, bandara ini memiliki kapasitas penumpang 5 juta per tahun dan 14 ribu per hari saat momen puncak. Di antaranya, 18 penerbangan domestik dan 1 penerbangan internasional.

Tidak hanya itu, bandara Internasional Hang Nadim juga sebagai gerbang perekonomian. Diikuti dengan aktivitas kargo yang padat.

“Untuk meningkatkan kapasitas Batam sebagai kota industri, kita terus melakukan pengembangan melibatkan swasta,” ujar Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan TIK Hang Nadim Batam, Suwarso, Senin (20/7).

Katanya, hal itu diatur dalam Perpres 38/2015 memperbolehkan aset-aset BP Batam untuk dibangun dan dioperasikan oleh BUP dengan berbagai modalitas penyediaan infrastruktur yang diakui, termasuk Desain -Bangun Pembiayaan Guna Pelihara Serah (DBPGPS – DBFOMT) atau Desain Bangun Pembiayaan Serah Guna Pelihara (DBPSGP -DBFTOM).

“DBPSGP direkomendasikan sebagai modalitas proyek,” kata Suwarso.
Lanjut dia, BUP akan mengambil pengoperasian dan pemeliharaan aset-aset bandara yang eksisting termasuk perancangan, pembangunan, pembiayaan, serta penyerahan hak secara hukum kepada BP Batam, kemudian mengoperasikan dan memelihara fasilitas baru yang dipersyaratkan dalam Spesifikasi Keluaran pada Perjanjian KPBU.

Suwarso menambahkan, tahun ini Bandara Internasional Hang Nadim merencanakan pengembangan bandara yang melibatkan beberapa konsorsium yang terdiri dari BUMN, swasta hingga Bandara Internasional luar negeri seperti Singapura dan Korea.

Bahkan, pengembangan ini diperkirakan memakan biaya hingga USD 448 juta dengan total periode proyek 20 – 50 tahun.

“Yaitu pengembangan dan revitalisasi terminal 1, pembangunan terminal 2, dan pembangunan terminal kargo Bandara Hang Nadim,” tutupnya.(adv)