Batam

Kabar Terbaru Bos Best Mart yang Dirampok di Depan Rumahnya

Mini Market Best Mart di Seipanas. (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Sedari pagi, Kota Batam diguyur hujan, Senin (13/7) siang. Lalu lintas orang keluar masuk di Perumahan Mitra Raya Batamcentre, Batam, dijaga ketat. Apalagi pasca perampokan yang melibatkan Candy Mudyta, warga Blok D Nomor 22.

Oleh sekuriti yang berjaga di gerbang depan, setiap tamu yang datang ditanyai tujuannya. Siang itu, POSMETRO.CO berkunjung ke rumah Candy Mudyta, korban perampokan. Pagar rumah paling hook bercat cream itu tertutup.

“Candy nya di toko,” ucap lelaki gaek dari balik pintu rumahnya saat ditanyai keberadaan Candy. Lalu, pria warga Tionghoa itu menutup pintu rumah sembari membalas salam.

Jalan utama menuju rumah Candy memang sepi. Penghuni di sana rata-rata pekerja dan pengusaha. Tapi, perumahan elite tersebut sudah didesain senyaman mungkin. Dari catatan POSMETRO.CO, peristiwa kriminal di lokasi bisa hitungan jari.

Beranjak ke Toko Best Mart, Komplek Rumah Toko (Ruko) Aku Tahu, Seipanas, Batamcentre, aktivitas jual beli berjalan seperti biasa.
Ditemui di kedainya, Candy terlihat santai dan ditemani sang istri. Pria 28 tahun itu cukup familiar.

“Sudah membaik. Ini hari pertama saya datang ke kedai setelah kejadian,” tutur Candy saat ditanyakan kondisinya usai peristiwa Selasa (7/7) lalu.

“Cuma luka di kepala saja. Tapi sudah mulai mengering,” ujarnya menjawab POSMETRO.CO sambil memegang topi yang menutup bagian luka di kepala belakangnya.

Akibat pukulan benda keras oleh rampok, sekitar 35 jahitan diterimanya. Saat itu ia berusaha merebut tas sandangnya yang berisi uang sekitar Rp 6 juta.

candy berterima kasih kepada warga sekitar yang sudah respon membantunya. “Jarang juga yang berani apalagi sama maling. Tapi warga kami paling baik dan berani. Terimakasih,” tuturnya.

Atas kejadian, Candy mengaku, masih trauma. Sambil berjalan, kini jam operasional Best Mart tutup lebih cepat. Namun, pria yang mengenakan kemeja biru dipadu celana jeans panjang itu sudah menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada polisi.

“Saya minta diralat. Ada bahasa kemarin di media online, ada dugaan keterlibatan karyawan kami. Tapi sekarang sudah terungkap siapa pelakunya, bukan karyawan kami,” katanya mengakhiri.(cnk)