Karimun

Di Masa Covid-19, Murid hanya Sekolah 3 Hari dalam Seminggu

Murid SMP di Karimun harus diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk kelas. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Pemerintah Kabupaten Karimun resmi membuka kembali aktivitas pendidikan untuk tingkat SMP sederajat, Senin (13/7). Namun pada masa Covid-19 ini, akses pendidikan tidak dibuka secara penuh.

Melainkan masih menerapkan aturan protokol kesehatan seperti jaga jarak, mengenakan masker, dan wajib mencuci tangan. Bahkan jumlah untuk satu lokal pun siswa dibatasi sebanyak 16 orang. Dimana satu lokal harus dibagi dua shift.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Karimun, Bakrie Hasyim saat dikonfirmasi POSMETRO.CO Senin (13/7) kemarin. Ia menyatakan pola penerapan aturan untuk kembali masuk sekolah sudah diberlakukan. Untuk itu sesuai aturan, aktivitas pendidikan dapat dilakukan dengan menetapkan dalam satu lokal hanya 16 siswa saja.

“Satu lokal sebenarnya ada 32 Siswa, namun kita bagi dua yakni masing-masing 16 siswa,” ujarnya.

Bakri menjelaskan, pihaknya menerapkan pola bergantian dalam seminggu. Jadi satu lokal kita bagi dua, masing-masing ada 16 siswa.

Satu minggu ada 6 hari sekolah. Jadi 16 siswa pertama nantinya akan masuk sekolah dan melakukan aktivitas belajar pada hari Senin, kemudian untuk 16 siswa yang lainnya, akan masuk sekolah pada hari Selasa.

“Jadi satu hari tetap full mereka, tidak ada sekolah siang, begitu seterusnya,” terang Bakrie.

Untuk itu Bakrie menerangkan, efektif sekolah siswa satu orang masing-masing masuk sekolah selama seminggu hanya 3 hari.

“Sementara untuk hari lainnya yang mereka harus bejalar di rumah, tetap melaksanakan aktivitas belajar di rumah dengan bimbingan dari masing-masing guru bidang studi,” tambah Bakrie.

Aktifitas ini akan terus dilakukan seperti ini, hingga batas waktu yang belum dapat dipastikan. Dimana Bakrie menyatakan, akan terus berkordinasi dengan tim gugus tugas hingga kondisi Karimun dinyatakan benar-benar dalam keadaan aman baru akan kembali normal seperti sediakala.

Dijelaskan juga, di masa Covid-19 ini juga, jam belajar dikurangi 10 menit tiap mata pelajaran. Biasanya 40 menit, kini hanya 30 menit.

“Kalau aktivitas sekolah dimulai pukul 07.30 WIB, maka siswa akan pulang sekolah pada pukul 11.30 WIB, lebih cepat,” ucap Bakrie.(ria)