Lingga

Kakankemenag Lingga Ajak Jamaah Rajin Menuntut Ilmu dan Tak Lalai Ibadah

Kakankemenag Lingga, H M Nasir SAg MH. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Setelah terhenti beberapa bulan akibat dampak Pandemi Covid-19, kini kegiatan Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (GM3) dijalankan kembali.

Kegiatan secara syiar yang digagas awal oleh Mantan Menag Surya Darma Ali itu dirasakan cukup efektif dalam memberikan pembinaan secara langsung kepada masyarakat di masjid/surau di tiap wilayah yang ada di Kabupaten Lingga.

Bertepatan dengan kunjungan kerjanya, Kepala Kantor Kemenag (Kakankemenag) Lingga, H M Nasir SAg MH meminta kepada jajaran Bimbingan Masyarakat Islam untuk segera memulai kembali GM3 yang banyak manfaatnya untuk umat.

“Laksanakan lagi GM3, saat ini kita sudah masuk adaptasi kebiasaan baru (New Normal). Apalagi daerah kita berada pada zona hijau, Insya Allah, aman,” tutur HM Nasir, di Masjid At Taubah Senayang dalam kunjungan kerjanya, Kamis (9/7).

Di hadapan para jamaah yang hadir di Masjid At Taubah, Kepala Kemenag Lingga menyampaikan tausyiah tentang ciri-ciri orang yang merugi.

“Orang yang ibadahnya separuh-separuh, tidak maksimal dan tidak serius itu adalah ciri orang yang merugi. Oleh karena itu, perlu kesungguhan diri dalam beribadah,” kata dia mengingatkan.

Lanjut dia sambil memberi pemahaman, melalaikan ibadah adalah pekerjaan yang sia-sia. Orang yang salat saja bisa masuk neraka. Kenapa? karena lalai. Ciri yang kedua, orang yang merugi adalah orang yang malas menuntut ilmu.

“Jadi beramal tanpa ilmu itu sesat dan berbahaya. Sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk menuntut ilmu. Jangan sia-siakan waktu hingga terbuang percuma, ketika kita masih diberi kuasanya, manfaatkan diri kita untuk bertaqwa kepada-Nya,” ucapnya dalam tausiah.

Kepala Kemenag Lingga juga berpesan agar dihidupkan taklim di masjid/surau. Jadikan Masjid sebagai tempat menuntut ilmu supaya diri dapat tuntunan dari keilmuan yang didapatkan sehingga sebagai umat selamat di dunia dan selamat pula di akhirat.

“Dorong kemajuan pendidikan dan penyuluhan agama. Tanpa bekal ilmu agama yang cukup, sulit bagi kita untuk mengamalkan ajaran agama yang sesuai dengan tuntunan,” imbuhnya.(mrs)