Karimun

Duh…Selama 6 Tahun Gadis 12 Tahun Ini jadi Budak Nafsu Ayah Tiri Bejat

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan AS SIK yang didampingi Kasat Reskrim AKP Herie Pramono SIK saata ekspos kasus perncabulan. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Bejat! Kata inilah pantas diberikan kepada pria berinisial EW (30) ini. Pria bejat ini menjadikan anak tirinya yang sudah berusia 12 tahun sebagai pelampiasan nafsu setannya.

Ironisnya perbuatan tak senonoh itu berlangsung sejak tahun 2014 lalu, atau 6 tahun lamanya sejak Bunga berusia 6 tahun. Mulusnya aksi bejat EW selama ini, lantaran korban sebut saja Bunga (12) tak ingin ibu kandung dan adik-adiknya harus mati. Karena pelaku mengancam akan menghabisi keluarganya, jika memberitahunkan perbuatan bejatnya ini kepada ibu atau siapapun.

Seharusnya sebagai seorang ayah meski ayah tiri, harusnya melindungi sang anak. Bukan justru menjadikan anak tirinya sebagai pelampiasan syahwatnya.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan AS SIK yang didampingi Kasat Reskrim AKP Herie Pramono SIK menyatakan, aksi ini terungkap pada Juli 2020. Dimana korban Bunga akhirnya bercerita kepada bibinya.

“Korban bercerita ke bibinya. Dari bibinya itu akhirnya sang ibu mengetahui perbuatan suami yang dinikahi secara siri olehnya,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan AS, SIK, Kamis (9/7) sore.

Dari hasil pernikahan siri pelaku dan ibu korban berinisial DE mempunyai 1 anak. Sementara dari pernikahan sebelumnya, DE punya 3 anak termasuk korban.

“Dari hasil pemeriksaan kita, ternyata perbuatan pelaku ini sudah terjadi sejak 2014 lalu hingga kini. Korban Bunga tidak berani mengadu ke ibunya karena diancam oleh ayah tirinya,” terang Adenan.

Dimana jika korban membuka perbuatan bejat sang ayah tiri, ibu dan adik-adiknya akan dihabisi.

“Jika beritahu apa yang dilakukan pelaku, nanti adik-adiknya dan ibunya akan dibunuh. Karena dibawa ancaman itu korban selama ini tak berani bercerita,” ujar Kapolres.

Hingga bulan Juni kemarin korban tak kuat lagi atas perbuatan pelaku hingga akhirnya menceritakna kepada bibinya dan dilaporkan kepada polisi.

“Laporan ini kemudian kita respon dan kita proses yang bersangkutan. Pelaku kita jerat dengan UU perlindungan,” tegas Adenan.

Pelaku EW di depan Kapolres Karimun mengakui perbuatanya, namun ia tak banyak bicara, hanya menyatakan perbuatanya sudah lama dilakukanya. Bahkan saat dilontarkan pertanyaan alasan mencabuli anak tirinya sendiri. EW hanya diam.

Adenan juga menghimbau kepada seluruh orang tua, agar menjaga anak-anaknya dari para predator anak yang dapat saja mengincar kapan dan dimana saja.

“Orang tua, anaknya dijaga guna menghindari perlakuan terhadap anak seperti ini,” tegasnya.(ria)