Batam

Pantas Parulian Napitupulu Pimpin PPM Provinsi Kepri

Ketua Umum DPP PPM Berto Izaak Doko melantik Pantas Parulian Napitupulu sebagai Ketua PD PPM Provinsi Kepri, Rabu (8/7) (Posmetro.co/abg).

BATAM, POSMETRO.CO: Ketua Umum DPP PPM Berto Izaak Doko melantik Pantas Parulian Napitupulu atau akrab dipanggil Opan, sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Kepri hasil Munaslub DPP PPM periode 2020-2025 di Ballroom Golden Prawn Bengkong, Rabu (8/7) sore.

Pantas Parulian Napitupulu sendiri saat ini resmi menakhodai PD PPM Provinsi Kepri menggantikan ketua yang lama, Berto Izaak Doko yang kini dipercaya menakhodai DPP PPM Pusat.

Pemilihan ketua baru DPD PPM Provinsi Kepri, Pantas Parulian Napitupulu sendiri sudah sesuai dengan AD/ART dan Musdalub yang didukung penuh oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

“Kami patuh kepada orang tua untuk kembali di bawah naungan LVRI, dan siap bersinergi menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat 45,” ujar Ketua PD PPM Provinsi Kepri hasil munaslub yang sah, Opan, panggilan akrabnya.

Pasca pelantikan, dirinya berdasarkan hasil munaslub, Opan dalam waktu dekat akan menggelar konsolidasi internal, dimana setelah munaslub ini ada wacana yang baru.

“Wacana baru dari Ketua Umum kami bapak Berto Izaak Doko yakni, memberikan kepada pengurus supaya PPM hasil munaslub yang sah sekarang ini untuk bekerja lebih profesional lagi, lebih sejuk dan adem lagi, lebih mengutamakan kontribusi kepada pemerintah. Apa yang bisa PPM berikan kontribusinya ke pemerintah, untuk membangun dan memajukan daerah, itu yang harus digalakkan,” terangnya.

Hal tersebut, lanjut Opan, memang sudah menjadi tuntutan dari munaslub, yakni PPM harus berubah dari gaya-gaya lama. Saat ini tak lagi melakukan cara-cara yang lama menakut-nakuti masyarakat, bertindak melawan hukum.

“Yang ada PPM sekarang ini hasil munaslub yang sah adalah PPM yang dicari masyarakat, dirindukan masyarakat, mengayomi masyarakat, dicintai masyarakat. PPM harus mampu menjadi organisasi pemersatu bangsa, bukan justru sebaliknya,” tegasnya.

Lebih lanjut Opan mengatakan, PPM harus mampu mengisi nilai-nilai luhur, mempertahankan NKRI dan Pancasila.

“Itulah motivasi yang diberikan ketua umum DPP PPM kami. Kami juga melakuan komunikasi dengan mendatangi orang tua kami, melakukan kegiatan sosial ke masyarakat,” terangnya.

Ketua Umum DPP PPM Pusat, Berto Izaak Doko berharap kepada ketua terpilih Pantas Parulian Napitupulu, harus menjadikan PPM mampu memberikan pemikiran yang konstruktif, baik ke pemerintah, pembina dan ayahanda.

“Kita harus mengubah cara paradigma berpikir, harus mengubah cara-cara memimpin kita. Jadi tidak lagi dengan cara-cara konvensional, cara-cara lama. Kita harus membuat bahwa kita dibutuhkan, kita dicintai di tengah masyarakat, jangan sebaliknya bikin takut masyarakat. Ini yang saya inginkan,” tegas Berto Izaak Doko.

“Karena tanpa bimbingan dari orang tua sendiri, Ketua DPD LVRI, Pak Papilaya, dengan harapan ini koordinasi jalan terus, sesuatu yang sudah berlalu, biarlah berlalu. Tapi harus kita mulai dengan kondisi yang sekarang ini,” lanjutnya lagi.

Berto menegaskan, untuk perubahan sangat banyak dari pengurus. Karena kembali sesuai dengan motto utama PPM kembali pada naungan LVRI, kembali kepada jatidiri yang sebenarnya.

“Kita di bawah naungan LVRI. Bagi mereka yang tidak dengan LVRI, itu kita anggap sesuatu yang salah. Tadi sudah saya sampaikan, keterkaitan kita itu sangat kental dengan ayahanda. Jadi kalau ada yang bilang di PPM itu ada konflik internal, itu tidak benar. Tidak ada itu konflik internal. PPM yang menang itu adalah hasil munaslub. Justru yang ada itu adalah, mereka yang melakukan perbuatan melawan hukum,” tegasnya.

Kenapa? Sebelumnya sudah terjadi pembekuan berarti sudah tidak lagi diakui.

“Kalau dibilang ada PPM lain, itu tidak ada, yang ada itu PPM hanya satu saja, PPM yang benar dan yang tidak benar. Yang benar itu adalah di bawah naungan LVRI. Kita kembali ke yang sebenarnya. Kita PPM ini dilahirkan oleh Keppres. Diikat lagi oleh AD/ART LVRI pasal 24 yang mana kalau terjadi kekosongan di tubuh kepengurusan LVRI, maka PPM boleh dilibatkan sebagai pengurus,” terangnya.

Munaslub di Batam ini merupakan munaslub PPM yang ke delapan. Seharusnya sudah serentak, tapi karena terjadi pandemi Covid-19, pelantikan dilakukan patuh terhadap peraturan pemerintah dalam memutus mata rantai Covid.

“Makanya munaslub ini kami lakukan berdasarkan protokol kesehatan,” pungkasnya.(abg)