Batam

Efek Covid-19, Pedagang Pasar Seken Banyak Menutup Toko

Suasana pasar seken Aviari, Batuaji, Rabu (8/7). (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Aktivitas di pasar seken Aviari, Batuaji tidak seperti dulu lagi. Yang mana tempat penyedia berbagai kelengkapan rumah tangga itu terlihat sepi. Banyak kios dan toko yang tutup.

“Ia, banyak yang tutup karena pemiliknya memilih libur dibanding berjualan,” kata Rizqi, pedagang sepatu seken di Aviari, Rabu (8/7)

Para pedagang pilih libur bukan tanpa sebab. Karena sejak Covid-19 mereka, pembeli mulai sepi dan memilih tinggal di rumah. Sejak itu pendapatan pedagang seken menurun tajam.

“Saat itu pendapatan sangat menurun drastis. Ketimbang capek berjualan tanpa pembeli, pedagang memilih liburan,” tuturnya.

Tapi sejak new normal, sebagian pedagang sudah mulai beraktifitas. Kata Rizqi, pendapatan pedagang sudah mulai meningkat 30 persen dari kondisi sebelum covid-19.

“Memang belum sepenuhnya pulih, tapi adalah peningkatan dibanding pandemi Covid-19 di bulan-bulan lalu,” imbuhnya.

Rizqi melanjutkan, sampai sekarang masih banyak pedagang pasar seken yang belum aktif. Kios mereka pun masih belum dibuka, bahkan ada sebagian pedagang memilih menjual barang-barangnya secara borongan.

“Ada kawan sampai sekarang ia belum buka. Namun ia berniat ingin menjual semua barangnya secara borong, tapi sayang belum laku-laku,” tutupnya.

Di lokasi yang sama, Hessy, pemilik toko perabotan di pasar seken Aviari turut mengeluhkan karena terdampak Covid-19 ini. Ia mengaku pendapatannya sangat menurun drastis. Bahkan di tengah pandemi ini, ia memilih berjualan via online.

“Berjualan di pasar seken tetap saya lakukan, tapi penjualan ini didukung lagi lewat online,” tegasnya.

Hessy menuturkan, saat ini pasar tersebut sudah mulai didatangi pengunjung. Para pengunjung pun selalu diimbau melaksanakan protokol kesehatan.

“Belum pulih total, tapi pengunjung mulai berdatangan,” ujarnya.

Pantauan POSMETRO.CO di lapangan, Rabu (8/7), banyak kios dan toko yang tutup. Pengunjung pasar seken itu juga tidak terlalu ramai. Kebanyakan para pedagang hanya merapikan barang dagangannya.(jho)