Batam

Anak Tak Lolos Sekolah SMA, Emak-emak Datangi Kantor Wali Kota Batam

Ratusan warga saat mendatangi Pemko Batam untuk menemui Wali Kota Batam HM Rudi, Selasa (7/7). (Posmetro.co/abg)

BATAM, POSMETRO.CO: Ratusan warga yang tinggal di dekat SMAN 3, mendatangi Pemko Batam untuk menemui Wali Kota Batam HM Rudi, Selasa (7/7). Pasalnya, warga marah meski rumahnya dekat sekolah, tapi anaknya tak lolos sekolah di SMAN tersebut.

Mereka datang dari Perumahan Buana Vista, Botania, Odesa, Taman Raya dan perumahan lainnya. Kedatangannya untuk mengadukan nasib anaknya yang tidak diterima di sejumlah sekolah yang menurut zonasi ada 5 sekolah di dearah tersebut.

“Kami datang ke pak Rudi berharap ada solusi buat anak kami. Kami sudah mendaftar ke lima sekolah semuanya ditolak,” ucap warga Buana Vista yang enggan menyebutkan namanya.

Lima sekolah yang dimaksud warga tidak menerima yang dekat sesuai zonasi di antaranya; SMAN 3, SMAN 20, SMAN 21, SMAN 26 dan SMAN 15.

“SMA 3 ini dari rumah saya sepelempar batu. Bahasa kasarnya kalau ada kebakaran kami duluan yang pertama membantu menyiram, tapi semua menolak,” katanya.

Dalam kondisi sulit seperti ini, menurutnya, jangankan untuk membayar sekolah, untuk biaya makan keluarga saja cukup berat.

“Bukan tidak mau saya menyekolahkan di swasta, tapi kami tidak sanggup biayanya. Jangankan untuk sekolah, saat ini aja bantuan sembako untuk kami sangat diharapkan untuk mencukupi kebutuhan,” keluhnya.

Meski untuk pendaftaran sekolah tingkat SMA di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, tetapi warga memilih untuk mengadu ke Wali kota Batam.

“Saya baru tahu kalau perwakilan dinas pendidikan ada di Sekupang, tapi tidak ada salahnya juga kami mengadu ke pak Rudi yang dianggap orang tua kita mengadu, karena kami juga warganya,” ujarnya.

Dikatakannya, awalnya warga sempat mendatangi SMA Negeri 3 untuk mempertanyakan nasib anaknnya yang tidak bisa diterima di sekolah favorit tersebut. Tetapi pihak sekolah tidak ada yang menemui warga.

“Kami kemarin seharian bolak-balik ke sekolah, tapi tidak ada satupun pihak sekolah yang menemui untuk memberi menjelaskan. Makanya kami memutuskan untuk mengadukan ke pak Rudi,” pungkasnya.(abg)