Batam

Rudi: Kalau Bisa 31 Juli atau Akhir Tahun Ini Harus Normal Semua

Wali Kota Batam, HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Wali Kota Batam, HM Rudi selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, optimis jika penanganan penyelesaian virus Corona cepat selesai. Hal ini disampaikan saat menerima bantuan berupa 1.000 ribu rapid test dari Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) Kota Batam di Panggung Dataran Engku Putri, Batamcentre, Rabu (1/7).

“Kita berharap akhir tahun ini harus selesai. Kalau bisa, 31 Juli ini harus normal semua. Kalau tidak bisa kita sendirilah yang jawab,” kata Rudi.

Rudi mengajak semua pihak menjadi guru untuk memberikan edukasi. Batam katanya kemarin sudah mulai stabil karena hanya 31 orang yang di rawat. Di mana 28 di RSKI Covid-19 Galang dan 3 orang di RSBP Batam. Namun, ada beberapa orang yang melakukan pemeriksaan swab tenggorokan secara mandiri untuk beragam keperluan sehingga ada penambahan kasus.

“Secara umum kemarin sudah mulai stabil jumlah covid yang tinggal hanya 31 orang ada RSKI Covid-19 Galang 28 orang dan RSBP 3 orang. Tapi rupanya ada yang mau berangkat kemarin di swab prodia mandiri makanya ada penambahan lagi,” jelas Didi.

Ia juga menambahkan dalam waktu dekat pelabuhan Internasional akan dibuka jika Batam sudah berada di zona hijau. Pihaknya sudah membahas hal tersebut dengan instansi terkait lainnya. Agar warga dari dua negara sebelah Singapura dan Malaysia kembali menginjakkan kakinya di Kota Batam.

“Kita akan buka kembali dua jalur Internasional dengan standart protokol kesehatan. Syaratnya Batam harus hijau itu yang harus kita sampaikan Kementerian Singapura. Ini yang lagi kita siapkan segera,” sebutnya.

Ia mengaku sudah 3 bulan lamanya warga dua negara tersebut dan negara lainnya tidak masuk ke Batam. Dan berimbas pada perekonomian beberapa sektor terdampak di sektor pariwisata dan industri. Maka dari itu kata Rudi, pihaknya sangat terbantu dengan bantuan yang sudah diberikan sejumlah pihak.

“Kita minta bantuan pak Ngurah (Dubes Indonesia Untuk Singapura) untuk menyampaikan hal tersebut. Karena tiga bulan warga Singapura tidak masuk, kita kelimpungan,” sebut Kepala BP Batam itu.

Sementara, Ketua Kadin Kota Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan, rapid test yang diberikan berjumlah seribu unit untuk memudahkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam menyisir masyarakat yang terpapar. Selain itu pihaknya juga akan membagikan pelindung wajah atau face shield.

“Ada lima ribu yang kami pesan. Namun, dua hari lalu baru datang dua ribu. Dan kita bagikan ke Tim Covid-19 seribu dan seribunya kita gunakan besok (Kamis) untuk rapid test massal di Kantor Kadin Batam. Kita bekerja sama dengan RS Awal Bros dan kalau bisa Dinkes Batam juga diarahkan,” harapnya.(hbb)