Metro Kepri

Emerging Pollutant

POLUTAN yang muncul “Emergin Pollutants” telah mencapai lingkungan, dari berbagai sumber antropogenik dan didistribusikan keseluruh aspek lingkungan.

Kemajuan teknologi yang besar dalam dekede terakhir karena penyempurnaan perkembangannya, berbagai kontaminan tidak terdeteksi.

Oleh karena itu perlunya pendeteksian dan kepedulian lingkungan, yang diidentifikasi dan diukur dalam berbagai komponen dan jaringan biologis. Ini penting dilakukan karena polutan ini dapat bergerak dan persisten di udara, air, tanah,sedimen bahkan sampai ke sistem syaraf pada makhluk hidup dalam konsentrasi rendah.

​Emerging Pollutant, merupak polutan yang relative baru dipelajari di Indonesia. Akibat polutan itu, keanekaragaman hayati bisa terganggu. Bahkan di Perancis ditemukan adanya ikan yang berganti jenis kelaminnya karena terpengaruh emerging pollutant.

Di Indonesia diketahui ada sebanyak 107 polutan yang muncul senyawa di perairan Cagar Alam Sagara Anakan (Syakti et al, 2013). Tercatat polutan yang paling dominan adalah asam dimecrotic, hyme chromone, valeryl salisilat, dan asam phthalic mono-2ethylhexyl ester.

​Secara umum, polutan terdiri atas kandungan sintetis / kimia natural atau organisme yang biasanya tidak termonitor / terdeteksi, di lingkungan yang berdampak pada ekosistem lingkungan dan juga kesehatan manusia. Polutan di air itu dapat terdiri dari berbagai macam bahan kimia, logam berat, vsurfaktan, vaditifi industry yang secara terus menerus di lepaskan kelingkungan. Bahkan polusi dalam jumlah rendah sekalipun dapat menyebabkan tosisitas kronis, gangguan endokrin satwa liat, dan perkembangan resistensi bakteri pathogen.

Oleh: Azizah Ramadani

Nim​: 170254241036

Prodi ​: Ilmu Kelautan 2017

Universitas Maritim Raja Ali Haji