Karimun

Hari Ini Kapal Isap Pasir Tak Ditarik, Warga Pesisir akan Naik ke Kapal

Masyarakat pesisir Sei Pasir menolak aktifitas kapal isap pasir yang dekat dengan rumah warga. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Aktifitas kapal isap pasir yang beroperasi di depan perairan Sei Pasir mendapat penolakan keras masyarakat pesisir Sei Pasir. Mereka meminta agar perusahaan menarik kapal isap yang membahayakan sejumlah rumah masyarakat pesisir lantaran akan terjadinya abrasi.

Lokasi aktifitas kapal isap berjarak sekitar 300 meteran, bahkan terkadang beroperasi hanya berjarak 100 meteran dari gombang milik masyarakat nelayan pesisir.

“Dua tahun lalu sudah pernah kami tanyakan ke DPRD, terkait titik koordinat aktifitas kapal isap ini. Lihat sekarang kami nelayan pesisir yang rumahnya berada di pesisir pantai sekarang ketakutan. Rumah kami sudah ada yang terkena abrasi akibat pengisapan pasir oleh kapal isap itu,” ujar Adam salah seorang warga pesisir yang tinggal di sekitar lokasi.

Apalagi menurut Adam, aktifitas kapal tersebut dilakukan nonstop 24 jam. Tentunya benar-benar mengganggu kenyamanan masyarakat sejak dua bulan ini.

Adam tak sendiri, puluhan massa yang merupakan warga pesisir itu pun berkumpul di gombang persis di depan aktifitas kapal isap tersebut beroperasi Minggu (28/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Beruntung, aksi massa langsung ditanggapi anggota DPRD Karimun, Herman alias Akam yang turun ke lokasi sore itu. Akam pun meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas seperti naik ke atas kapal isap.

“Kita akan bawa masalah ini ke DPRD, untuk tentunya berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait aktifitas kapal isap ini. Saya juga lihat terkejut, kapal isap ini dekat sekali dengan rumah masyarakat, ini bisa membahayakan,” ucap Akam.

Untuk itu Akam meminta masyarakat untuk menangani dengan kepala dingin, ia meminta perwakilan masyarakat melayangkan surat ke DPRD sehingga DPRD sebagai wakil rakyat dapat meneruskan permasalahan ini ke pemerintah daerah.

Sementara itu, Lurah Sei Pasir, Aidil yang hadir juga meminta masyarakat untuk menunggu. Ia memastikan sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Karimun, H Anwar Hasyim.

“Saya sudah laporkan ke pak Wakil Bupati, dan hasilnya hari Senin ini, pak wakil minta perusahaan untuk turun ke lokasi, guna melihat langsung keluhan masyarakat, dan melihat langsung apakah benar koordinat kapal isap itu benar di situ,” ujar Aidil.

Aidil juga menyatakan agar masyarakat dapat mengumpulkan keluhan-keluhan terkait hal ini.

“Kita gak tahu persis apakah memang benar titik koordinat aktifitas kapal isap itu benar di sini, karena secara resmi mereka sudah mengantongi izin. Tapi saya tak tahu persis koordinatnya karena bukan kewenangan saya,” tambahnya.

Sementara itu Sugiarto, perwakilan nelayan khsusunya nelayan gombang dan masyarakat pesisir menyatakan aktifitas kapal isap ini jelas membahayakan rumah-rumah warga pesisir.

“Kami bukan minta uang, kami hanya minta tolong ya, jangan sampai rumah kami roboh akibat kalian keruk pasirnya. Kalian tahu sifat pasir, dikeruk di tengah akan berimbas ke pinggir. Dan itu sudah terjadi, sebelum rumah kami roboh,” tegasnya.

Selain itu akibat aktifitas kapal isap ini, aktifitas nelayan berubah, harusnya minyak yang biasa cukup sekarang tidak cukup. Karena mereka harus memutar lantaran kapal isap dan selang besarnya menutup akses nelayan.

“Kita gak bicara sebagai nelayan, kami nelayan udah ada perundingan dan mereka sudah mereka berikan, tapi saya lihat perusahaan ini dikasih kesempatan malah tak peduli keselamatan sama masyarakat pesisir. Tapi kalau macam gini bisa hancur rumah kami,” tegasnya.

Ia pun menegaskan sampai hari Senin, jika kapal tak juga digeser ke tempat yang lebih aman, pihaknya akan melakukan aksi memakai kapal.

“Karena pak lurah bilang hari Senin mereka akan kemari. Kalau tidak ada keputusan menggeser kapal isap itu, kami akan naik ke kapal. Kami bukan tak mendukung investasi, tapi investasi harus perhatikan juga keselamatan masyarakat dong,” ketus Sugiarto.(ria)