Metro Kepri

Bekas Pasien Corona ini Semangat Berdagang Meski Dengar Cibiran

Aktifitas Bekas Pasien Covid-19 di Fase New Normal (Bagian-1)

Tuan Nz atau Udin, bekas pasien Covid-19 yang sembuh semangat menjalani usahanya.(Posmetro.co/aiq)

MASIH ingat dengan Tuan Nz atau Udin, pasien terlama covid-19, yang sempat dirawat selama 53 hari di Rumah Sakit Umum Raja Ahmad Tabib, Provinsi Kepri?

Saat ini, Tuan Nz sudah melakukan aktifitas seperti biasanya.

Di tempat favoritnya, kantin Masjid Raya Al-Hikmah, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Tuan Nz menerima kedatangan POSMETRO.CO, Jumat pekan lalu.

Kata Tuan Nz, 20 hari sudah, dia menjalani karantina mandiri, bareng anak istrinya di rumah.

“Karantina mandiri yang saya jalani, tidak hanya 14 hari. Tetapi, saya lanjutkan 6 hari lagi. Jadi, karantina mandiri saya, saya jalani sampai 20 hari,” cerita Tuan Nz penuh semangat.

Tuan Nz bersyukur, katanya dengan karantina mandiri, bisa menambah kedekatannya, dengan keluarga. Apalagi sering saya pergi lama untuk berdakwah.

“Saya ingin menghabiskan sebagian waktu saya untuk berdakwah. Bahkan saya selalu berdoa, bisa meninggal ketika dakwah dan dakwah sampai mati,” kata Tuan Nz penuh antusias.

Kata Tuan Nz, setelah 20 hari menjalani karantina mandiri, ia kembali melakukan aktifitas rutinnya, dengan berdagang buah jeruk Kalimantan, dan ikan asin.

Jeruk kalimantannya didatangkan dari Sambas, Kalimantan Barat. Sedangkan ikan asinnya dari Sedanau, dikirim adiknya.

Barang dagangannya itu sering dibawa ke kantin Masjid Al-Hikmah, Tanjungpinang. Sebab, di kantin memang banyak jamaah yang juga rekan-rekannya, memesan jeruk dan ikan asinnya.

“Selain teman-teman jamaah, saya drop dagangannya ke penjual/para tengkulak/ pengecer. Mereka order sekeranjang, dua keranjang besar. Per keranjang beratnya, 50 kilogram,” sebut Tuan Nz.

Masih kata Tuan Nz, ia ingin sekali bertemu dengan Soerya Respationo atau Romo, menceritakan tentang kisahnya yang begitu bersemangat setelah menjalani karantina mandiri di rumahnya.

Suntikan semangat itu, tak lain ia dapatkan dari Soerya Respationo, mantan wakil gubernur Kepri yang selalu memberinya dukungan moril saat masih dirawat di RSUP Raja Ahmad Tabib Kepri, beberapa waktu lalu.

“Saya ingin curhat sama Pak Soerya, soal aktifitas saya setelah karantina,” sebutnya.

Lalu, bagaimana respon rekan-rekan dan jamaah lainnya terhadap Tuan Nz? Katanya sebagian masih menghindar, jaga jarak. Enggan bersalaman. Padahal, covid 19 ini, bukan aib bagi yang mendapat ujian/ terkena covid-19.

Tapi, di sisi lain, masih ada yang berkenan menerima Tuan Nz kembali hadir ke tengah-tengah mereka.

Kata Tuan Nz, ia sudah berusaha berbaur dengan jamaah lain, di masjid. Tapi, sekali lagi, bak artis, dia memang banyak dikenal orang, sebagai jamaah tablig yang terkena covid-19.

“Saya sedih. Ketika sholat di Masjid Al-Hakam Km 5, masih dikata-katain orang. Itu kan pak Udin. Yang jamaah tablig kena covid. Jangan-jangan masih ada sisanya. Nanti bisa menular. Bahaya. Ayo jangan dekat-dekat,” kata Tuan Nz mengenang kisah itu.

Menanggapi itu, Tuan Nz hanya bisa bersabar. “Kalau seperti itu. Dimana keyakinan kita pada Tuhan. Karena masih meragukan keberadaan saya. Bukankah saya sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Covid ini bukan aib. Tapi ujian yang diberikan pada orang yang beriman,” kenangnya lagi dengan nada sedih.

Kata Tuan Nz, dia di masjid memang tak memakai masker. Tapi, saat berada di luar masjid, ia tetap melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker. Rajin cuci tangan dan juga jaga jarak dengan orang-orang.

“Allah berikan covid ini sengaja. Covid ini, diberikan kepada hamba-Nya untuk sembuh, atau meninggal dunia.

Sekali lagi, ia berpesan meski saat ini Kota Tanjungpinang dinyatakan zona hijau, untuk wabah Covid-19 ini, semua orang mesti tetap waspada. Patuhi protokol kesehatan.

“Jangan meremehkan kondisi sekarang. Meski sudah zona hijau,” kata Tuan Nz mewanti-wanti.(bersambung/aiq)