Lingga

Lomba TTG Kabupaten Lingga, Alat Pengupas Kelapa SMAN I Singkep Barat Juara I

Kasi Teknologi Tepat Guna DPMD Pemkab Lingga, Tulami (tengah) bersama panitia. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Lingga sebanyak 12 judul dengan 22 orang peserta sudah berakhir. Keluar sebagai juara I adalah SMA Negeri 1 Singkep Barat.

Lomba yang dibuat di tengah Pandemi Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) selama dua hari dimulai tanggal 23 s/d 24 Juni 2020, dibuka secara resmi oleh Kepala DPMD melalui via Vidcom sudah memutuskan peserta juara I, II dan III.

Kepala DPMD Kabupaten Lingga, Dody Suhendra melalui Kasi Teknologi Tepat Guna, Tulami mengapresiasi para seluruh peserta dalam menunjukkan kreasi dan inovasi melalui lomba yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh DPMD.

“Alhamdulillah hari ini sudah selesai pelaksanaannya. Masing-masing peserta mendapat sertifikat, bagi juara mendapatkan uang pembinaan dari DPMD,” ungkap Tulami, Rabu (24/6).

Dia menjelaskan, mulanya ada 30 judul yang akan dilombakan, namun setelah melalui proses, tersisa 12 judul yang akan diberi nilai oleh dewan juri. Masing-masing peserta mendapat sertifikat dan yang terbaik mendapatkan hadiah dari DPMD.

Tualami menyebutkan, lomba TTG kreasi dan inovasi TTG unggulan tingkat Kabupaten Lingga peringkat satu dengan judul Alat Pengupas Kelapa penemu atau inovator Hendra dan Muhammad Irsan Tanjung dari SMA Negeri 1 Singkep Barat.

Untuk peringkat II kata Tulami, dengan judul Pemanfaatan Lisa Dalam Pembuatan Deterjen Cair dan Parfum Laundry, penemu Awanda Diki Putra dan Fauziah dari SMA Negeri I Lingga Utara.

Sedangkan untuk peringkat III, dengan judul Mesin Pengering Limbah Kulit dan Kepala Udang Tipe Rotary Hybrid, penemu Alifatoni dan Encik Junaidi Afrizal dari Karang Taruna Kecamatan Kepulauan Posek.

“Setelah melalui proses penilaian dari dewan juri, yang terbaik mendapat uang pembinaan dari DPMD, juara 1 mendapatkan Rp 5 juta, juara II Rp 4 juta dan juara III Rp 3 juta,” kata perempuan yang akrab disapa Ibu Mimi ini lagi.

Ajang tahunan ini dilaksanakan, sambungnya, guna memotivasi pelajar dan masyarakat umum Kabupaten Lingga untuk berkreasi dan berinovasi bidang TTG yang selama ini sempat berkiprah di tingkat nasional dan internasional.

“Meski tahun ini tidak diperlombakan di tingkat provinsi dan pusat, dampak Pandemi Covid-19, Pemkab Lingga melalui DPMD tetap melaksanakan dengan menghadirkan dewan juri terbaik,” tuturnya.

Sebagai Kasi TTG, ia terus memacu semangat pelajar dan masyarakat supaya terus berinovasi setiap tahunnya dengan temuan-temuan terbaru.

“Saran saya kepada sekolah-sekolah dan guru pembimbing teknologi tepat guna se-Kabupaten Lingga, ke depannya tetap memotivasi siswanya karena ajang lomba TTG ini setiap tahun dilaksanakan,” imbuhnya.

Ari Sudaryanto dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), merupakan salah satu dewan juri lomba TTG Kabupaten Lingga sudah melaporkan lomba ini ke tingkat nasional.

“Saya sudah sampaikan kalau Kabupaten Lingga baru melaksanakan lomba TTG tingkat Kabupaten Lingga tahun 2020, melalui on line di Indonesia. Kegiatan ini sudah saya laporkan ke nasional,” tutupnya.(mrs)