Batam

Antisipasi Covid-19, Warga Pulau Kasu Belakangpadang Di-Rapid Test, Isi Hasilnya…

Petugas medis saat melakukan rapid test warga di Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Rabu (24/6). (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Tiga pulau di Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Rabu (24/6) tak luput dari pemeriksaan rapid test yang dilakukan tim medis pencegahan penanganan Covid-19 Kota Batam.

“Kita melakukan rapid di Pulau Lingke, Gare dan Bertam di Kelurahan Kasu. Sabtu (20/6) lalu, tim kecamatan juga melakukan pemeriksaan rapid di Belakangpadang dengan sasaran masyarakat sekitar yang sering ke Batam,” kata Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto, Kamis (25/6).

Meskipun, di wilayah kerjanya masih dikatakan aman. Yakni zona hijau atau masih zero kasus. Namun, sebagai langkah antisipasi pihaknya tetap melakukan rapid test. Tim medis kecamatan menargetkan warga yang lalu lalang berbelanja sembako dan kebutuhan rumah tangga lainnya di Batuaji atau lokasi lainnya.

“Sasaran kita warga yang sering belanja sembako dan kebutuhan rumah tangga di Batuaji (Fanindo). Selain itu sebagai bentuk upaya penyisiran dan deteksi dini segala upaya pencegahan Covid-19 masyarakat hinterland di Belakangpadang,” kata Yudi lagi.

Selain rapid test, tim medis juga menyelipkan imbauan dan edukasi tentang protokol kesehatan kepada masyarakat di saat pandemi Covid-19. Walaupun, pemerintah setempat sudah memberikan kelonggaran dalam beraktivitas, masyarakat diminta untuk mengikuti aturan tersebut. Seperti menggunakan masker jika keluar rumah, jalankan pola hidup sehat (PHS), cuci tangan dengan sabun dan lainnya.

“Sejauh ini masyarakat di pulau sudah paham. Tapi kita tetap mengingatkan jika mereka mau ke Batam atau daerah lainnya. Karena protokol kesehatan sangat penting dilaksanakan,” imbau bapak tiga anak itu.

Yudi menyebutkan ada 27 orang yang menjalankan rapid test. Rincian warga Gare 17 orang, Lingke, 1 orang, dan Bertam 9 orang. Dengan hasil keseluruhan non reaktif (NR). Dalam kegiatan tersebut unsur yang terlibat yakni Lurah Kasu, tim medis Puskesmas Belakangpadang, mahasiswa Kukerta Unri, perangkat RT dan RW serta kader Posyandu di tiga pulau tersebut.

“Alhamdulillah, hasilnya semua non reaktif,” kata mantan Kabag Humas Sekdako Batam itu.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi menambahkan pemeriksaan rapid test ditargetkan minimal 2 persen dari total penduduk Kota Batam. Hal ini sebagai upaya untuk penanganan percepatan Covid-19.

“Kita targetkan minimal 2 persen. Kalau bisa 3 persen seperti Singapura. Saat ini tim masih terus melakukan penyisiran,” ucap Didi, kemarin.

Ia menjelaskan, dengan jumlah warga yang ditargetkan untuk pemeriksaan rapid test yakni mencapai lebih dari 20 ribu orang. Sampai sejauh ini pemeriksaan rapid test yang telah dilakukan sudah mencapai 1 persen.

“Ini termasuk untuk daerah yang zona hijau tetap dilakukan pemeriksaan rapid test,” jelas pria yang pernah menjabat Kepala RSUD Tanjung Uban, Bintan tersebut.

Disinggung, mengenai stok alat rapid test, Didi memastikan bahwa alat tersebut masih mencukupi untuk memenuhi target. Karena total pengadaan ada sebanyak 20 ribu test kit.

“Pengadaan kita masih ada 9 ribu lagi, jadi masih aman. Jadi kalau diminta untuk menyisir dan melakukan rapid test tim medis kesehatan sudah siap,” terang Didi.(hbb)