Batam Kita

Trans Batam Kurangi Penumpang hingga 70 Persen, Tarif Tak Naik

Protokol kesehatan yang diterapkan di Bus Trans Batam, Jumat (19/6).(Posmetro.co/ abg)

BATAM, POSMETRO.CO: Menjalani protokol kesehatan, bus Trans Batam mengurangi kapasitas jumlah penumpang hingga 70 persen. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Rustam Efendi, Jumat (19/6).

“Mengikuti aturan pemerintah kita terapkan aturan itu. Kita kurangi tak cuma 50 persen, tapi 70 persen. Contoh, biasanya penumpang 40 sekarang tinggal 12 orang saja,” sebut Rustam.

Hal ini demi memenuhi protokol kesehatan di masa pandemi corona virus disease (Covid-19). Di mana pengurangan penumpang disusun dengan pemberian jarak antar tempat duduk. Pada tempat yang tidak boleh diduduki, pengelola Trans Batam menempelkan lakban berbentuk silang besar.

“Dari kemarin kita sudah buat tempat duduk disilang, tandanya tidak boleh duduk. Jadi ada jarak antara penumpang dengan penumpang yang lain. Selain itu juga tidak ada lagi penumpang yang berdiri,” jelasnya.

Ia mengakui sejak pandemi Covid-19 melanda jumlah penumpang semakin berkurang. Meski demikian, tarif Trans Batam tetap. Ia mengatakan, pihaknya tidak ada rencana menaikkan tarif angkutan umum tersebut.

“Karena melihat kondisi saat ini yang tidak memungkinkan menaikkan tarif. Jadi tarif tetap,” tegas Ketua PGRI Kepri itu.

Rustam menuturkan, upaya lain yang dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 yaitu menyemprot bus dengan disinfektan. Penyemprotan rutin dilakukan sehari dua kali, tiap pagi dan sore. Bus Trans juga menyediakan hand sanitizer.

“Kemudian kita juga menyediakan hand sanitizer untuk penumpang. Penumpang dan petugas wajib menggunakan masker,” kata Rustam.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan juga melakukan sosialisasi serta pemantauan ke lokasi-lokasi sarana transportasi terkait penerapan protokol kesehatan. Antara lain ke pelabuhan baik internasional maupun domestik dan pengumpan. Kemudian ke bandara, halte-halte, dan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi termasuk transportasi angkutan barang.

“Kita akui penerapan di bus Trans masih bisa kita atur. Tapi, kalau angkutan umum lainnya agak sulit. Kita sudah sosialisasikan tapi masih tetap saja. Karena ini juga kebaikkan bersama,” pesan Rustam lagi.

Waktu lalu Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad juga meninjau sejumlah fasilitas umum seperti pelabuhan Internasional dan domestik, halte bus Trans Batam, Kantor Disduk dan Masjid Baitulrahman. Ia melihat persiapan yang dilakukan layanan publik untuk menyambut perubahan baru di tengah pandemi Covid-19.

“Kita melihat persiapan layanan publik seperti pelabuhan, halte bus Trans Batam, dan disduk. Dari peninjauan tadi pelabuhan sudah menerapkan hal tersebut seperti mengukur suhu tubuh saat masuk, penyediaan hand sanitizer, penumpang juga patuh memakai masker. Saya kita semua sudah siap,” kata Amsakar saat itu.(hbb)