Batam Kita

Belasan Pedagang Terpapar Corona, Pasar Tos 3000 Bakal Ditata Ulang

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau. (Posmetro.co/ dok)

BATAM, POSMETRO.CO: Perkembangan klaster Pasar Tos 3000 Sei Jodoh, terus bergerak naik, sebagai penyumbang penambahan kasus Covid-19. Melihat kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana menata ulang pedagang untuk proses sterilisasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau menyebutkan, berdasarkan data ada sekitar 2.500 pedagang yang melakukan aktivitas. Sehingga, untuk penataaan pasar Tos 3000 ini pihaknya akan meminta bantuan tim gabungan dari aparat keamanan TNI/Polri. Agar kegiatan tersebut berjalan lancar di lapangan.

“Rencananya akan ditata ulang semua pedagang di sana. Karena, saat ini klaster Tos 3000 sudah ada 13 orang terkonfirmasi positif. Kalau bisa jangan bertambah lagi. Pening kita nanti. Makanya, kita harus ada tindakan dalam waktu dekat ini,” bebernya.

Gustian, menjelaskan melihat jumlah pedagang yang sampai ribuan. Ia mengaku penataan ulang pasar ini membutuhkan waktu maksimal lima hari. Untuk itu, selama proses sterilisasi berlangsung pedagang diminta untuk menghentikan aktivitas pemesanan komoditas sayur yang biasa mereka lakukan.

“Jadi sebelum penutupan pasar, pedagang sudah tidak memiliki stok sayur maupun memesan karena kan butuh waktu lama ini. Jadi jangan sampai busuk pula. Itu juga harus kita pikirkan, jangan pula pedagang kita merugi karena penataan ini. Jadi semua harus diantisipasi,” katanya.

Gustian menerangkan, penataan yang dilakukan di antaranya mengatur jarak antar pedagang, menggunakan masker, penyediaan hand sanitizer, hingga membatasi pintu masuk dan keluar. Meskipun, penataan ini sulit dilakukan, namun hal sebagai langkah untuk memutuskan mata rantai klaster Pasar Toss 3000.

“Ada protap kesehatan yang kita atur nanti. Kalau sekarang pembeli bisa masuk dari segala penjuru. Nanti, kami buatkan tiga pintu saja. Jadi out dan in harus terpisah, sehingga bisa mengurai keramaian. Nanti juga dikasih jarak antrenya,” ujar mantan Kepala DPM-PTSP Batam itu.

Jelas Gustian, karena ini melibatkan pengelola dan pedagang pasar di sana, perlu ada persamaan visi dan misi kedua pihak tersebut. Sehingga, saat penertiban, baik pedagang dan masyarakat bisa memahami kondisi saat ini.

“Penataan ulang masih dibahas bersama pengelola dan pedagang. Jadi waktu pelaksanaannya harus pas. Ini juga harus disosialisasikan. Sebab Pak Wali (Rudi) mau semua cepat selesai,” ulasnya.

Kemarin usai rapat, Wakil Walikota Batam, H Amsakar Achmad menjelaskan bahwa penyemprotan pasar harus dilakukan semaksimal mungkin. Saat ini sudah ada beberapa kasus positif dari klaster Tos 3000. Menurutnya kurva ini harus segera dihentikan.

Untuk itu perlu langkah cepat dan bantuan semua pihak. Di mana pasar Tos 3000 merupakan sumber pendistribusian komoditas di seluruh Batam. Hal ini juga menjadi pertimbangan dalam mengambil tindakan yang akan diambil dalam pengendalian Covid-19 di kluster tersebut.

“Namun melihat grafik penambahan yang masih terjadi hingga kini, ada kekhawatiran dan harus ditangani dengan cepat,” ucap Amsakar.

Selain itu, da juga opsi untuk menutup pasar dan dilakukan sterilisasi, agar bisa membunuh virus yang berada di are pasar. Menurutnya, penutupan bisa dilakukan selama tiga hari dengan penyemprotan disinfektan setiap harinya.

“Bisa tiga kali kita semprotkan disenfektan di pasar tersebut nantinya. Apapun opsi yang disampaikan akan ditampung semua. Tujuannya tidak lain adalah memutus penyebaran virus Covid-19 di Pasar Tos 3000 ini,” pungkasnya.(hbb)